Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Libatkan Hampir 50 Ribu Tenaga Kerja Lokal, Padat Karya Kementerian PU Dorong Ekonomi Warga Terdampak Bencana Sumatra

📅 Senin, 19 Jan 2026, 22:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Libatkan Hampir 50 Ribu Tenaga Kerja Lokal, Padat Karya Kementerian PU Dorong Ekonomi Warga Terdampak Bencana Sumatra Doc: istimewa
Ket. Hingga 17 Januari 2026, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memberdayakan 44.954 orang tenaga kerja lokal melalui penanganan bencana berbasis Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM)

ACEH TAMIANG - Hingga 17 Januari 2026, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memberdayakan 44.954 orang tenaga kerja lokal melalui penanganan bencana berbasis Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM).

Program ini menyasar wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sekaligus menjadi bantalan ekonomi bagi warga yang kehilangan mata pencaharian.

Melalui Program Padat Karya Tunai, Kementerian PU menghadirkan pemulihan yang bukan hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali penghidupan warga terdampak. Program ini tidak hanya mempercepat pemulihan infrastruktur, tetapi juga memberikan kesempatan kerja dan penghasilan bagi masyarakat lokal, sehingga proses bangkit dari bencana dapat dirasakan secara bersama-sama.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat.

“Tugas kita salah satunya bersih-bersih, dan itu kita kerjakan 24 jam, di support penuh oleh TNI, Polri, dan masyarakat melalui pola padat karya. Kita harus bergerak cepat supaya perekonomian segera bergulir lagi. Masyarakat harus segera punya income kembali, apalagi banyak yang sebelumnya petani dan usahanya rusak akibat bencana,” kata Menteri Dody, Senin (19/1)

Di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau alat berat, Kementerian PU mengoptimalkan pekerja padat karya dengan dukungan peralatan berukuran kecil, sehingga proses pembersihan tetap efektif dan mampu menjangkau seluruh area terdampak hingga ke permukiman dan fasilitas umum.

Salah satu pekerja padat karya Tri Kurniawan, warga Karang Baru, Aceh Tamiang mengatakan selama dua pekan terakhir ikut membersihkan lumpur dan material sisa bencana, mulai dari lingkungan permukiman hingga fasilitas publik, termasuk kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, SMK 3 Aceh Tamiang, dan SMP Negeri 2 Karang Baru. 

“Alhamdulillah, ada pekerjaan. Kita kan sudah tidak pekerjaan setelah banjir. Kemarin diajak kakak yang kerja di Huntara," ujar Tri Kurniawan sambil terus mengayunkan cangkulnya.

Sumber penghidupan

Menurut Tri Kurniawan, upah yang diterimanya menjadi sumber penghidupan utama untuk membantu orang tua yang tidak lagi bisa bekerja akibat bencana. Sebagian penghasilannya bahkan disisihkan untuk membeli kebutuhan orang tua. 

Rasa syukur terlibat padat karya Kementerian PU juga disampaikan Ikhsan Putra, warga Kuala Simpang. Menurut Ikhsan sejak bencana melanda harus menghentikan aktivitas ekonominya sebagai pedagang kecil makanan ringan. Kini, Ikhsan ikut terlibat dalam kegiatan pembersihan saluran drainase dan lingkungan fasilitas umum melalui program padat karya Kementerian PU.

“Sejak banjir, warung saya tidak bisa jalan karena rumah dan lingkungan kotor semua. Dengan ikut padat karya ini, saya bisa tetap punya penghasilan sambil membersihkan daerah sendiri,” tutur Ikhsan. Upah harian yang diterimanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus biaya sekolah anak-anaknya.

Genangan lumpur masih menumpuk di sudut-sudut kelas SMK 3 Aceh Tamiang, Senin (19/1). Material sisa banjir bandang belum sepenuhnya hilang dari bangunan-bangunan layanan publik, namun di balik puing-puing bencana yang melanda Aceh Tamiang, harapan mulai tumbuh dari kerja tangan masyarakat sendiri. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.