Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Identifikasi Korban ATR: Keluarga Diminta Ikuti Tes Ante Mortem

📅 Senin, 19 Jan 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Identifikasi Korban ATR: Keluarga Diminta Ikuti Tes Ante Mortem Doc: Antara
Ket. Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris (tengah), Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto (kiri) beserta tim DVI menjawab pertanyaan wartawan di Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan.

Makassar - Keluarga Muhammad Farhan Gunawan salah seorang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan,untuk diambil sampel DNA.

"Hari ini ada satu orang yang secara aktif mendatangi posko DVI Biddokes dengan memberikan keterangan tentang hubungannya dengan bersangkutan (korban), termasuk diambil sampel DNA-nya," ujar Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris di Makassar, Minggu (18/1).

Kedatangan keluarga tersebut untuk memastikan kecocokan DNA dengan korban bila mana nantinya ditemukan jenazahnya serta memudahkan identifikasi oleh tim DVI. Anggota keluarga yang diambil sampelnya bernama Haerul Gunawan, adik kandung korban.

"Seandainya ditemukan jasad atau tubuh korban, maka akan segera dicocokkan dengan sampel diambil tersebut," tutur Kombes Haris kepada wartawan di Posko DVI setempat.

Selain keluarga korban Muhammad Farhan di Sulsel, lanjut dia, salah seorang keluarga korban lainnya Esther Aprilita sebagai pramugari di pesawat ATR tersebut juga mendatangi Biddokes di Provinsi Jawa Barat.

"Ada juga keluarga mendatangi Biddokes di Jawa Barat untuk diambil keterangan, termasuk diambil sampel yakni keluarga korban salah satunya yaitu Ester, pramugari," tuturnya.

Haris mengemukakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berupaya menghubungi para keluarga korban untuk dapat diambil keterangan maupun sampel DNA-nya. Tercatat ada 10 orang korban dalam kecelakaan pesawat tersebut.

"Masih ada delapan korban lainnya. Kami secara aktif mendatangi dan menghubungi keluarga korban untuk diambil sampelnya," katanya menambahkan.

Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan, Rumah Sakit Bayangkara Biddokes Polda Sulsel kini dijadikan lokasi identifikasi korban pesawat tersebut dan telah didatangkan personel dari DVI Mabes Polri.

"Sampai saat ini keluarga korban sudah hadir untuk diperiksa atau dicek data ante mortem-nya. Ada satu orang yaitu adik kandung dari Co Pilot pesawat," paparnya.

Guna mendukung pelayanan pemeriksaan, lanjut Kapolda, dilaksanakan jemput bola untuk pemeriksaan bagi keluarga para korban dengan berkoordinasi Biddokes daerah lain alam hal pemeriksaan Post mortem dan ante mortem guna mengidentifikasi korban.

Pesawat ini ditumpangi 10 orang, tujuh orang kru pesawat dan tiga orang penumpang POB (persons on board). Ketiganya diketahui pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Masing-masing Ferry Irawan, Deden Mulyana dan Yoga Naufal.

Sedangkan kru pesawat ada tujuh orang, dengan pilot Captain Andi Dahananto, copilot Muhammad Farhan Gunawan, kru pesawat Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.