Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Morowali Berkomitmen untuk Tidak Merumahkan Tenaga Honorer

📅 Senin, 19 Jan 2026, 13:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Morowali Berkomitmen untuk Tidak Merumahkan Tenaga Honorer Doc: ANTARA
Ket. Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, memberikan arahan pada apel umum bersama aparatur sipil negara (ASN) di Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (19/1/2025).

Morowali – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali untuk tidak merumahkan tenaga honorer yang selama ini mengabdi di lingkungan pemerintah daerah.  

“Saya ingin sampaikan, persoalan anak-anak honorer, saya tidak mau tahu dan saya tidak ingin mereka dirumahkan. Yang sudah dirumahkan, panggil kembali,” katanya saat memberikan arahan pada apel umum bersama aparatur sipil negara (ASN) di Morowali, Sulawesi Tengah, Senin(19/1). 

Bupati mengatakan tidak menginginkan adanya kebijakan yang merugikan nasib para honorer, terlebih mereka yang telah lama bekerja dan menggantungkan hidupnya dari pengabdian tersebut.  

Menurut dia, para tenaga honorer bukanlah pekerja baru, melainkan telah berkontribusi nyata dalam mendukung roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Morowali.

Oleh karena itu, kata dia, kebijakan terkait tenaga honorer harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan dampak sosial. 

“Kita pikirkan, ada nasib sekitar 1.000 orang di situ, biarpun ada undang-undangnya. Jadi saya sampaikan, bulan Januari ini saya tidak ingin mereka dirumahkan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Iksan juga menyinggung soal kemampuan daerah dan meminta seluruh jajaran untuk berpikir jernih mengenai kondisi riil Morowali yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan potensi besar. 

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Morowali akan terus mencari solusi terbaik agar persoalan tenaga honorer dapat diselesaikan secara adil dan manusiawi, tanpa mengabaikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Pemda Morowali, kata dia, berkomitmen menjaga keberlangsungan kerja dan kesejahteraan tenaga honorer di daerah. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.