Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belajar Kelestarian Alam dan Lingkungan, Pelajar Kunjungi Permukiman Badui di Lebak

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 14:02 WIB | Oleh:
Belajar Kelestarian Alam dan Lingkungan, Pelajar Kunjungi Permukiman Badui di Lebak Doc: antara foto
Ket. Ratusan pelajar dari sebuah SMA di Tangerang mengunjungi perkampungan Badui di Lebak, Banten.

LEBAK - Pengunjung dari berbagai daerah seperti Banten, Jakarta dan Jawa Barat, memadati kawasan permukiman Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, sambil berburu buah durian saat libur panjang Isra Mikraj, 16-18 Januari 2026.

"Kita liburan akhir pekan bersama rombongan sekolah ingin menikmati panorama alam Badui, sekaligus makan durian," kata Anas, guru salah satu SMA di Tangerang, Banten, saat ditemui di kawasan Badui, Minggu (18/1).

Menurut dia, kawasan Badui cukup menarik, karena kondisi alamnya asri dan hijau dengan topografi perbukitan.

Kunjungan pertama kali ini, lanjutnya, untuk memberikan edukasi siswa tentang kehidupan masyarakat Badui, yang masih mempertahankan kearifan lokal dengan menjaga dan melestarikan alam serta lingkungan.

Di samping juga saat ini kawasan Badui memasuki musim panen durian.

"Kami berharap para siswa dapat belajar ke masyarakat Badui untuk kelestarian alam dan lingkungan," katanya.

Sementara, Armanto, wisatawan dari Jakarta mengatakan dirinya bersama rombongan teman kerjanya ke permukiman Badui untuk melepaskan kepengapan di ibu kota.

"Kawasan Badui ini masih asli dan benar-benar memberikan ketenangan, kenyamanan serta kegembiraan," ujarnya.

Para wisatawan berjalan kaki menebus hutan dan jalan setapak menuju jembatan bambu Gajeboh yang dibangun hanya dengan kekuatan ikat dari pohon aren tanpa menggunakan besi.

Ramon, pelajar SMA Jakarta, yang datang bersama rombongan sekolahnya, mengaku kunjungan ke kawasan pemukiman Badui ini untuk melihat kehidupan masyarakat adat di Banten.

Menurut dia, kehidupan masyarakat Badui luar biasa dengan kesederhanaan serta alamnya terjaga dan hijau, sehingga memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk mencintai alam.

"Kami menginap di permukiman Badui selama satu hari," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kanekes, Badui, Sarmedi Sarpin mengatakan sepanjang akhir pekan ini pengunjung saba budaya Badui mencapai hingga 4.500- 6.000 orang dan kebanyakan mereka datang bersama rombongan.

"Sekarang, banyak wisatawan ke sini, karena panen durian dan juga tiga hari libur," kata

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.