Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Russia: Protes Demonstrasi Iran DiJadikan UE Pengalihan Perhatian Isu Greenland

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 05:20 WIB | Oleh:
Russia: Protes Demonstrasi Iran DiJadikan UE Pengalihan Perhatian Isu Greenland Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi Greenland, Denmark.

MOSKOW, RUSSIA - Para pejabat Uni Eropa sebagian besar mengalihkan fokus mereka ke protes di Iran untuk mengalihkan perhatian publik dari klaim Washington atas Greenland, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Russia, Maria Zakharova, pada Rabu (14/1).

"Mengapa tidak memfokuskan semua upaya Anda sekarang pada Greenland? Tidakkah Anda berpikir bahwa situasi di Iran telah menjadi dalih yang nyaman bagi para pejabat Uni Eropa untuk mengalihkan perhatian rakyat mereka dari fakta bahwa sebuah pulau itu sedang direbut dari mereka?" kata Zakharova kepada stasiun radio Sputnik.

Isu Greenland seharusnya menjadi perhatian utama Brussel, meskipun saat ini bukan demikian, imbuhnya.

Juru bicara Kemlu Russia itu memberikan saran ironis kepada para pejabat Uni Eropa yang kini menghadapi klaim AS atas Greenland, dengan mengatakan bahwa mereka harus mengingat kembali reaksi mereka sendiri terhadap peristiwa di Krimea pada 2014.

"Saya ingin menyarankan... untuk membantu mereka sekarang, kata-kata mereka sendiri dari 2014. Biarkan mereka melihat apa yang mereka katakan tentang situasi di sekitar Krimea. Ini akan sangat berguna bagi mereka untuk membangkitkan semangat mereka tentang topik Greenland," kata Zakharova.

Dia juga menyarankan agar para pejabat Uni Eropa bertanya pada diri sendiri mengapa situasi di negara lain lebih menjadi perhatian mereka daripada situasi di negara-negara anggota Uni Eropa.

Krimea dimasukkan ke dalam Russia pada 2014 setelah kudeta di Kiev, setelah 96,77 persen penduduk semenanjung tersebut memilih mendukung langkah tersebut dalam sebuah referendum.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari AS, dengan alasan pentingnya secara strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan "dunia bebas," termasuk dari Tiongkok dan Russia.

Otoritas Denmark dan Greenland memperingatkan AS untuk tidak merebut pulau itu, dengan menyatakan bahwa mereka mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama mereka.

Pulau itu merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009, dengan kemampuannya untuk mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan dalam negerinya sendiri. Ant/sumber: Sputnik-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.