Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera Barat

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 19:11 WIB | Oleh:
Kementan Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Doc: Antara Foto
Ket. Pencanganan rehabilitasi sawah yang rusak akibat terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Solok, Kamis (15/1/2026).

Kementerian Pertanian (Kementan) merehabilitasi atau memulihkan sawah-sawah yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

"Pencanangan rehabilitasi sawah ini dilakukan secara serentak di tiga provinsi terdampak bencana yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat," kata Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian di Kabupaten Solok, Provinsi Sumbar, Kamis.

Khusus di Sumbar, Kementan mencatat terdapat 6.451 hektare (ha) sawah yang terdampak bencana dan tersebar di 14 kabupaten dan kota.

Dalam pendataan itu, Kementan membagi sawah kategori rusak ringan, sedang dan berat. Khusus sawah rusak ringan hingga sedang tercatat sebanyak 3.624 ha.

"Sementara untuk sawah rusak berat ada 2.000 lebih ha," sebut Sam Herodian.

Ia menyampaikan sebelum rehabilitasi sawah dilakukan pemerintah daerah atau dinas terkait terlebih dahulu menyelesaikan administrasi. Setelah itu, proses pemulihan dilakukan secara serentak di kabupaten dan kota yang terdampak bencana.

Rehabilitasi sawah akan dimulai dari pengerukan material banjir berupa pasir, batu-batuan dan kayu yang terbawa arus banjir bandang pada akhir November 2025.

Pada tahap ini Kementan terlebih dahulu memprioritaskan sawah kategori rusak ringan hingga sedang dengan waktu pengerjaan Januari-Februari 2026.

Herodian memastikan Kementan akan membantu rehabilitasi seluruh areal persawahan yang terdampak bencana alam.

Selain itu, pemerintah pusat melalui kementerian terkait juga melakukan normalisasi sungai berupa pengerukan. Normalisasi sungai ini sangat mendesak mengingat areal persawahan sangat bergantung dengan aliran air irigasi.

Kementan bersama Kementerian Pekerjaan Umum secara maraton atau sejak bencana melanda Provinsi Sumbar juga telah mengoperasikan sejumlah ekskavator untuk mengeruk sedimen yang menumpuk di sejumlah aliran sungai.

Tidak hanya itu, dalam program rehabilitasi tersebut Kementan juga menyiapkan bantuan berupa benih atau bibit, alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga pupuk bagi petani di Provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar.

Kementan siapkan perbaikan sawah rusak akibat bencana Rp148 miliar

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran sebesar Rp148,53 miliar untuk merehabilitasi 10 ribu hektare sawah yang rusak akibat terdampak bencana di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

"Untuk tahap pertama ada Rp148,53 miliar dana yang disiapkan Kementan untuk perbaikan sawah di provinsi terdampak," kata Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian di Kabupaten Solok, Sumbar, Kamis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.