Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buku Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Ketahanan Bangsa

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 19:35 WIB | Oleh:
Buku Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Ketahanan Bangsa Doc: Antara Foto
Ket. Buku Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa karya DR. Cashtry Meher menyoroti pentingnya kesehatan sebagai fondasi keberlanjutan kehidupan dan ketahanan bangsa, tak hanya sebagai layanan yang bekerja ketika sakit datang

Buku "Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa" karya DR. Cashtry Meher menyoroti pentingnya kesehatan sebagai fondasi keberlanjutan kehidupan dan ketahanan bangsa, tak hanya sebagai layanan yang bekerja ketika sakit datang.

DR. Cashtry mengatakan di Jakarta, Kamis, bahwa menjaga kehidupan adalah bentuk tertinggi dari keberadaban sebuah bangsa. Menurutnya, ketahanan kesehatan tidak semata diukur dari kemampuan merespons krisis, melainkan dari kapasitas sistemik bangsa untuk mencegah, melindungi, dan memulihkan kehidupan secara konsisten.

"Kesehatan tidak berdiri sendiri, melainkan berkelindan erat dengan pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan tata kelola publik,” katanya.

Kesehatan, kata dia, perlu ditempatkan sebagai fondasi pembangunan, bukan sekadar konsekuensi di akhir proses.

Adapun 'Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa' menegaskan bahwa ketahanan kesehatan nasional hanya dapat terwujud melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

Melalui buku ini, DR. Cashtry mengajak publik melihat kesehatan sebagai sistem perlindungan kehidupan, sebuah sistem yang bekerja sebelum risiko muncul dan tetap hadir ketika tantangan datang.

Dia menyebutkan, buku ini lahir dari refleksi panjang atas pengalaman lapangan, dialog lintas disiplin, serta kebutuhan membangun sistem kesehatan yang tidak hanya tanggap, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan.

“Karena itu, buku ini mendorong kolaborasi penuh antara pemerintah, tenaga profesional, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat sebagai satu ekosistem kehidupan yang saling menguatkan,” kata DR. Cashtry.

Dalam kerangka tersebut, kesehatan dipahami sebagai bahasa bersama kebangsaan, bahasa yang menyatukan berbagai peran dan latar belakang, karena semuanya berangkat dari satu kepentingan yang sama, yakni kehidupan.

Dia berharap pendekatan ini mampu menggeser cara pandang kolektif dari reaktif menjadi preventif, dari sektoral menjadi sistemik, serta dari jangka pendek menjadi lintas generasi.

DR. Cashtry menekankan bahwa buku ini tidak ditulis untuk mengkritik, melainkan untuk mengajak semua pihak berjalan bersama. Keberhasilan buku ini, menurutnya, tidak diukur dari angka penjualan atau sorotan media, tetapi ketika gagasannya hidup menjadi rujukan pemikiran, memperkaya diskursus publik, dan memandu kolaborasi nyata dalam membangun ketahanan kesehatan nasional.

Sementara itu, Board of Advisors Prasasti Center for Policy Studies Burhanuddin Abdullah menilai, buku ‘Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa’ Karya DR. Cashtry sarat makna, betapa pentingnya pembangunan kesehatan di Indonesia. Bukan hanya dari sisi kebijakan dan sistem, tetapi juga dari sisi kemanusiaan, dampak nyata pelayanan kesehatan terhadap kehidupan masyarakat.

“DR Cashtry menata ulang, mengungkapkan pikiran gagasan dan sejumlah inisiatif yang tenang atas realitas. Ini buku berbasis pengalaman lapangan, refleksi intelektual. Ini bukti otentik betapa pentingnya asta cita poin keempat. Buku ini layak dibaca oleh para pembuat kebijakan, akademisi, birokrat dan masyarakat pada umumnya,” kata Burhanuddin Abdullah.

Peluncuran buku "Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa" diharapkan menjadi kontribusi pemikiran penting bagi upaya mewujudkan ketahanan kesehatan nasional sebagai prasyarat menuju Indonesia Emas 2045 yang manusiawi, tangguh, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Pariwisata Indonesia Catat Pertumbuhan Wisman dan Wisnus

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Wisata
Pariwisata Indonesia Catat ...

KKP dan Kemenkeu Perkuat Tata Kelola PNBP Perikanan Tangkap

37 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
KKP dan Kemenkeu Perkuat Ta...
Ekonomi
IHSG Dibuka Menguat 0,13 Pe...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.