Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Rabu (14/1), BMKG: Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan Lebat karena Fenomena Ini

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 07:53 WIB | Oleh:
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Rabu (14/1), BMKG: Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan Lebat karena Fenomena Ini Doc: antara foto
Ket. Hujan lebat mengguyur.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang, hingga sangat lebat, yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Rabu (14/1).
BMKG mendeteksi kemunculan pusat tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah selatan NTB yang berpotensi menimbulkan fenomena cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Yuyun menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang dari perairan selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), perairan barat Aceh, sebagian besar wilayah Aceh hingga Sumatera Utara, dan pesisir timur Papua.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni wilayah Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Tanjung Selor, Kupang, Ternate, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Pekanbaru, Bengkulu, Tanjung Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Palangkaraya, Samarinda, Mataram, Mamuju, Gorontalo, Kendari, Palu, Sorong, dan Manokwari.

Adapun beberapa kota besar yang lain diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, diantaranya wilayah Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Denpasar, Makassar, Manado, Ambon, dan Nabire.

Sebelumnya pada Selasa (13/1) BMKG mendeteksi kemunculan pusat tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah selatan NTB yang berpotensi menimbulkan fenomena cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta mewaspadai gelombang laut yang mencapai dua meter atau lebih," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Satria Topan Primadi di Mataram, Selasa.

Analisis kondisi fisis dan dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG mengungkap bahwa keberadaan pusat tekanan rendah mampu memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

Angin permukaan di wilayah NTB bertiup dengan arah variasi dominan barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 kilometer per jam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.