Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Ungkap Impor Ilegal 100 Ton Ikan

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 00:35 WIB | Oleh:
KKP Ungkap Impor Ilegal 100 Ton Ikan Doc: RRI/Alfreds Tuter
Ket. Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan KKP, Halid K. Jusuf

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membongkar masuknya hampir 100 ton ikan salem atau Frozen Pacific Mackerel secara ilegal melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Dari pengungkapan ini, negara berhasil menyelamatkan potensi kerugian sekitar Rp4,48 miliar.

Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan KKP, Halid K. Jusuf mengatakan komoditas tersebut masuk tanpa persetujuan impor dan tanpa rekomendasi dari KKP. Sehingga dinyatakan sebagai impor ilegal.

Kasus ini melibatkan PT CBJ, perusahaan pembekuan ikan yang beroperasi di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Pengiriman dilakukan pada 5 Januari 2026 menggunakan empat kontainer dengan total muatan 99.972 kilogram ikan salem.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, PT CBJ memperoleh kuota impor 100 ton pada Januari 2025 dan mendapat perubahan menjadi 150 ton pada Juni 2025. Kuota tersebut telah terealisasi penuh pada Februari dan Juli 2025.

Namun pada Desember 2025, perusahaan kembali melakukan pemesanan 100 ton dengan asumsi masih memiliki sisa kuota berdasarkan persetujuan impor perubahan. KKP menilai tafsir tersebut keliru karena perubahan kuota tidak berarti penerbitan persetujuan impor baru.

“Dari perubahan 100 ditambah 50, mereka menafsirkan menjadi 250 ton, padahal yang sah hanya 150 ton,” kata Halid dalam jumpa pers resmi di Jakarta, Selasa (13/1).

KKP menilai kelebihan impor 100 ton tersebut sebagai tindakan ilegal yang melanggar ketentuan perizinan berusaha berbasis risiko.

Potensi kerugian negara yang berhasil dicegah dari praktik ini mencapai Rp4.485.679.954. Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan telah memeriksa Direktur dan Komisaris PT CBJ dan melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

KKP juga merekomendasikan kepada Badan Karantina Indonesia untuk melakukan tindakan karantina berupa penolakan atau pemusnahan barang. Selain itu, PT CBJ terancam dikenai sanksi administratif, mulai dari teguran, denda administratif, pembekuan, hingga pencabutan izin usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Halid menegaskan impor ikan ilegal dapat menekan harga ikan lokal dan merugikan nelayan serta pelaku usaha yang patuh aturan. Karena itu, KKP memastikan pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari impor hingga pengolahan dan distribusi.

Sementara itu, Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta, Sigit Bintoro, menjelaskan pihaknya bergerak cepat begitu menerima informasi intelijen dari masyarakat.

“Kami rutin melakukan sosialisasi aturan kepada pelaku usaha, dan begitu ada aduan, malam itu juga saya perintahkan pengawas mengecek lokasi,” ucap Sigit.

Ia mengatakan petugas langsung diterjunkan ke Pelabuhan Tanjung Priok dan keesokan harinya dilakukan koordinasi dengan Badan Karantina Ikan melalui Surat Perintah Pemindahan Media Pembawa (SP2MP).

“Karena posisi barang bukti berada di border, kewenangannya ada pada Badan Karantina, kami memonitor dan memberikan rekomendasi terhadap barang bukti tersebut,” kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.