Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Batang Ingatkan Warga Pegunungan Waspada Tanah Longsor

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 12:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Batang Ingatkan Warga Pegunungan Waspada Tanah Longsor Doc: ANTARA
Ket. Warga di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang sedang bergotong royong menyingkirkan sisa tanah longsor yang menumpuk di jalan desa itu, belum lama ini.

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengingatkan warga yang berada di wilayah pegunungan agar meningkatkan kewaspadaan potensi tanah longsor seiring dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi melanda di daerah itu.

Kepada Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Batang Wawan Nurdiansyah, di Batang, Selasa (13/1), mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat upaya mitigasi tanah longsor di sejumlah lokasi rawan bagian wilayah atas seperti Kecamatan Bawang, Tersono, Blado, dan Reban.

"Warga di wilayah tersebut kami berikan edukasi sebagai langkah utama untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat musim hujan," katanya.

Ia mengatakan wilayah pegunungan memiliki potensi bencana yang cukup tinggi sehingga masyarakat perlu dibekali pemahaman agar mampu hidup berdampingan dengan ancaman bencana.

"Relokasi memang menjadi solusi paling ideal bagi warga yang tinggal di zona rawan longsor. Akan tetapi, dalam praktiknya tidak mudah karena ada keterikatan dengan tanah kelahiran dan sumber penghidupan mereka," katanya.

Namun, kata dia, sebagai langkah alternatif, pihaknya mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda alam seperti munculnya retakan tanah atau perubahan kondisi lingkungan.

"Edukasi ini terus kami lakukan agar warga dapat mengambil langkah cepat sebelum bencana terjadi," katanya.

Menurut dia, di Desa Pranten terdapat ada sekitar delapan keluarga yang secara mandiri memilih mengungsi ke rumah kerabat saat puncak musim hujan dan mereka akan kembali ke rumah masing-masing ketika kondisi dinilai lebih aman.

"Ini adalah sebagai bentuk kesadaran masyarakat yang patut diapresiasi. Mereka sudah memahami risiko dan tahu kapan harus mengungsi ndan kapan harus menghuni lagi di lokasi yang aman," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.