Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes: Pemerintah Perbaiki Ribuan Rumah Nakes Terdampak Bencana Sumatra

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Kemenkes: Pemerintah Perbaiki Ribuan Rumah Nakes Terdampak Bencana Sumatra Doc: Humas Kemenkes
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbaiki, sebanyak 3.265 unit rumah tenaga kesehatan yang terdampak bencana Sumatra. Pemerintah, dipastikan Kemenkes, terus bergerak mempercepat perbaikan rumah nakes yang terdampak.

"Masuk datanya 3.265 rumah (rusak) dengan klasifikasi kerusakannya seperti apa, yang ringan berapa, sedang berapa, berat berapa. Data ini kita kirimkan ke BNPB," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (13/1).

Setelah proses verifikasi selesai, kata Menkes, BNPB akan menentukan skema penyelesaian bantuan sesuai tingkat kerusakan. Nantinya, Kemenkes membantu proses verifikasi melengkapi data alamat dan dokumentasi kerusakan rumah agar bantuan segera dicairkan.

“Nanti BNPB yang akan memutuskan, yang ringan diapakan, yang sedang bagaimana, yang berat bagaimana. Kita bantu dengan alamat dan foto-fotonya supaya BNPB bisa mulai mencairkan bantuannya,” ucap Menkes.

Ia menilai, percepatan ini penting sebagai bukti kehadiran negara dan kekompakan antarinstansi dalam menangani dampak bencana. Menkes juga menyoroti, kondisi psikologis nakes yang terdampak bencana, khususnya mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

“Ini akan menjadi bukti bahwa pemerintah kompak, bekerja cepat. Ini rumah-rumah tenaga kesehatan, kalau rumahnya saja rusak seperti ini, bagaimana mereka bisa bekerja dengan tenang melayani masyarakat,” ujar Menkes.

Sementara, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, menjelaskan skema bantuan perbaikan rumah mengacu pada tingkat kerusakan. Untuk rumah rusak ringan, pemerintah mengalokasikan bantuan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta.

“Jadi tadi sudah kita sampaikan sebelumnya. Jadi untuk rusak ringan, sedang, dan berat itu anggarannya masing-masing 15, 30, dan 60 juta rupiah,” kata Jarwansah.

Selain itu, ia mengaku telah menerima rincian sebaran rumah nakes yang terdampak bencana Sumatra berdasarkan wilayah. Di Provinsi Aceh tercatat sebanyak 3.050 unit rumah, Sumatera Utara 48 unit, dan Sumatera Barat 167 unit.

“Yang penting dari 3.265 ini, tenaga nakes perlu kita sampaikan agar semuanya melaporkan dan dipastikan sudah terdata di BPBD daerah. Jangan sampai datanya tidak masuk atau justru masuk di tahap kedua,” ujar Jarwansah. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.