Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Singapura: Dulu Terbuang, Kini Bersinar di Panggung Dunia

📅 Senin, 12 Jan 2026, 15:59 WIB | Oleh:
Singapura: Dulu Terbuang, Kini Bersinar di Panggung Dunia Doc: AFP
Ket. Patung Merlion menyala di depan cakrawala pusat kota Singapura.

SINGAPURA adalah negara dengan luas wilayah terkecil di Asia Tenggara yaitu 736,3 km persegi. Kendati menjadi negara terkecil di Asia Tenggara, Singapura adalah pelabuhan tersibuk di Asia Tenggara bahkan salah satu yang tersibuk di dunia.

Estimasi jumlah penduduk Singapura pada 2024 sebanyak 5.997.000 jiwa. Populasi Singapura beragam, hasil dari imigrasi masa lalu yang cukup besar. Etnis Tionghoa mendominasi, membentuk sekitar tiga perempat dari total populasi penduduk pada 2023 (74 persen). Melayu adalah kelompok etnis terbesar berikutnya (13,5 persen) dan India ketiga (9 persen). Berdasarkan kelompok etnis tersebut, maka bahasa yang digunakan di Singapura sebagian besar adalah bahasa Inggris, Mandarin, Melayu dan Tamil.

Singapura pernah dijajah Inggris dan kini menjadi anggota Persemakmuran (commonwealth). Singapura awalnya bergabung dengan Malaysia ketika dibentuk tahun 1963, namun karena perbedaan pandangan politik Singapura dikeluarkan untuk menjadi negara merdeka pada 9 Agustus 1965. Saat merdeka kondisi Singapura minim sumber daya alam dan memiliki tingkat pengangguran tinggi.

Singapura mulai membangun negaranya sebagai pusat perdagangan dan keuangan. Pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur, industrialisasi, serta investasi dalam bidang pendidikan.

Singapura juga menarik investor asing untuk berinvestasi, menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup penduduk. 

Dalam beberapa dekade, Singapura berhasil menjadi salah satu pusat keuangan dan perdagangan global.

20260112155741_afp_roslan-rahman_2.jpg

(AFP/ROSLAN RAHMAN)

Singapura juga bisa berkembang pesat karena letaknya yang strategis di ujung selatan Semenanjung Melayu, di mana ia mendominasi Selat Malaka, yang menghubungkan Samudra Hindia ke Laut Tiongkok Selatan.

Singapura ada di wilayah khatulistiwa Asia Tenggara sehingga memiliki cuaca yang panas, dengan hujan yang hampir pasti tercurah sepanjang tahun.

Suhu bulanan rata-ratanya bervariasi dari sekitar 27 derajat Celsius pada Juni hingga 25 derajat Celsius pada Januari. Suhu tertinggi yang pernah tercatat adalah 36 derajat Celsius.

Singapura adalah negara republik yang dipimpin oleh presiden selaku kepala negara dan perdana menteri selaku kepala pemerintahan.

Mata uang negara ini adalah dolar Singapura (SGD). Satu dolar Singapura bernilai 13.107 rupiah dan menjadi mata uang dengan nilai tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.