Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Australia Hadirkan Harapan Baru Lewat Terapi Kanker Darah Langka

📅 Senin, 12 Jan 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Peneliti Australia Hadirkan Harapan Baru Lewat Terapi Kanker Darah Langka Doc: Antara
Ket. Ilustrasi darah.

Canberra- Tim peneliti Australia mengembangkan terapi t untuk kanker darah langka . Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Blood tersebut berfokus pada upaya menemukan cara yang lebih cerdas untuk mengobati mielofibrosis dengan menargetkan sel-sel darah abnormal yang memicu penyakit tersebut dengan menggunakan imunoterapi.

Paparan itu disampaikan dalam rilis pers Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Australia Selatan (South Australian Health and Medical Research Institute/SAHMRI) pada Senin (12/1).

Mielofibrosis mengganggu produksi sel darah sehat, menyebabkan kelelahan, nyeri, serta pembesaran limpa, sehingga menurunkan kualitas hidup, papar rilis pers tersebut. Pengobatan yang ada saat ini hanya dapat meredakan gejala, tetapi belum mampu memberantas penyakit tersebut, lanjut rilis pers itu.

Penelitian ini merupakan langkah penting menuju pengobatan yang lebih tepat sasaran dan terfokus pada penyakit, serta menjadi pengobatan pertama di dunia yang menunjukkan bahwa mutasi calreticulin Tipe 1 berbeda dari mutasi Tipe 2 dalam hal pengobatannya, ungkap Daniel Thomas, direktur program Kanker Darah SAHMRI, yang memimpin penelitian ini bersama Angel Lopez, kepala divisi Imunologi Manusia di SA Pathology.

Tim peneliti ini menemukan tidak hanya satu, melainkan dua target berbeda yang secara optimal dapat memberantas sel-sel penyebab penyakit.

"Penderita mielofibrosis sering kali diobati dengan terapi yang membantu mengontrol gejala, tetapi terapi tersebut tidak secara khusus menargetkan sel-sel abnormal yang menjadi penyebab penyakit," kata Thomas.

Dia menyatakan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari perubahan paradigma besar dalam pengobatan mielofibrosis dan penyakit-penyakit terkait.

Menggunakan sel-sel yang disumbangkan pasien, penelitian ini menyoroti potensi imunologi berpresisi, yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menyerang sel-sel penyebab penyakit dengan sangat spesifik sambil tetap menjaga jaringan sehat, kata Lopez.

Diperlukan penelitian dan pengembangan klinis lebih lanjut sebelum terapi ini dapat diujikan pada manusia, yang berpotensi membuka jalan menuju pengobatan mielofibrosis yang lebih aman dan efektif, urai rilis tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.