Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apa Hubungan Musik dan Otak? Pemerintah Membuka Penelitian Hubungan Musik dan Otak

📅 Senin, 12 Jan 2026, 00:46 WIB | Oleh:
Apa Hubungan Musik dan Otak? Pemerintah Membuka Penelitian Hubungan Musik dan Otak Doc: ist
Ket. pengaruh musik di otak

JAKARTA – Di Indonesia belum pernah ada penelitihan hubungan musik dan otak. Maka, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka lebar penelitian terkait hubungan musik dan otak. "Bukan kurang lagi penelitian musik dan otak, tapi belum ada penelitiannya," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Stella Christie di sela lokakarya ketiga terkait musik dan otak di Denpasar, Bali, Minggu.

Selain penelitian terkait otak dan musik masih belum ada di Tanah Air, lanjut dia, masih banyak pendalaman yang bisa dilakukan untuk meneliti hubungan keduanya. Di sisi lain, kata dia, pemerintah menyediakan dana hibah untuk riset yang dalam satu tahun terakhir dinaikkan menjadi 218 persen.

Adapun anggaran riset pada 2025 mencapai Rp3,2 triliun atau naik 218 dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp1,4 triliun. Selain itu, lanjut dia, ada insentif kepada dosen yang memenangkan dana hibah penelitian dari Kemdiktisaintek sebesar 25 persen dari besaran dana riset yang diberikan.

"Di Indonesia kami punya dosen yang mumpuni. Kami ciptakan ekosistem, menciptakan pendanaan. Makanya dana riset hibah di Indonesia dalam satu tahun ini naik 218 persen," ucap Wamendiktisaintek Stella Christie.

Wamendiktisaintek menambahkan bidang yang dieksplorasi untuk riset, khususnya terkait musik dan otak di Indonesia juga terbuka lebar, salah satunya kebudayaan daerah yang kaya dengan musik, seperti gamelan dan instrumen musik tradisional dan musik tren kekinian.

Sementara itu lokakarya musik dan otak itu diadakan Kemdiktisaintek bersama Tsinghua University dan Tsinghua South East Asia Center di Kampus United in Diversity (UID) Bali di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura, Serangan, Denpasar, Bali.

Lokakarya ketiga dalam tiga tahun terakhir di Bali itu menjadi ajang berbagi pengetahuan para profesor dan komunitas seni dari mancanegara tentang pengaruh musik terhadap kecerdasan otak, salah satunya menghadirkan Prof Charles Limb dari University of California, San Francisco (UCSF), Amerika Serikat (AS).

Dari penelitian Prof Limb disebutkan bahwa ketika melakukan improvisasi dalam bermusik, dibandingkan penampilan yang sudah baku, khususnya pada anak-anak usia sekitar 7-10 tahun, area yang membawa kesenangan dan kebahagiaan di seluruh bagian otak itu menjadi lebih aktif. Dalam kesempatan itu juga dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.