Perlintasan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai di Atas Tol Wiyoto Wiyono Sudah Tersambung

Sabtu, 10 Jan 2026, 12:04 WIB

JAKARTA - Perlintasan jalur layang LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono telah tersambung 100 persen pada Jumat (9/1). 

Perlintasan di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono merupakan salah satu titik kritikal pada lintasan LRT Jakarta Fase 1B.

Ket. Foto: Perlintasan jalur layang kereta di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai berhasil tersambung, Jakarta, Sabtu (10/1/2026) — Sumber: Jakpro

"Kami bersyukur proses penyambungan dapat diselesaikan sesuai rencana," kata Direktur Teknik dan Pengembangan PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Dian Takdir di Jakarta, Sabtu.

Dian mengatakan, capaian ini mencerminkan kolaborasi yang solid antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro), kontraktor, operator tol serta para pemangku kepentingan.

Bentang "girder" sepanjang 120 meter ini memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melintas di atas jalan tol aktif dengan lalu lintas padat tanpa penutupan total.

Konstruksi dilaksanakan menggunakan metode "balanced cantilever", yaitu pembangunan bertahap dan seimbang dari dua sisi sehingga presisi struktur terjaga dengan gangguan lalu lintas yang minimal.

"Hal ini sejalan dengan 'progres' pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22 persen hingga akhir 2025," katanya.

Keberhasilan penyambungan perlintasan tersebut tidak hanya menjadi capaian teknis, tetapi juga menandai tersambungnya secara fisik jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka.

Jalur ini menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat melalui jaringan rel layang terintegrasi. Lalu sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak dan Jalan Sultan Agung juga telah tersambung.

Pekerjaan rel (track work) telah mencapai 4,7 kilometer (km) dari total 12,8 km, sementara pekerjaan arsitektural serta mekanikal, elektrikal dan "plumbing" (MEP) tengah berlangsung di Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman dan Stasiun Manggarai.

Dari sisi lingkungan, LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik berperan signifikan dalam menurunkan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan kendaraan pribadi.

Peningkatan jumlah pengguna LRT Jakarta juga mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat menuju transportasi publik yang berdampak pada pengurangan kemacetan dan penurunan jejak karbon perkotaan.

Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mencapai pengurangan emisi sebesar 2.927.250 ton COâ‚‚e dengan target peningkatan jumlah penumpang hingga 18 juta penumpang pada tahun 2028.

Sejalan dengan kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

LRT Jakarta berkontribusi pada pemenuhan "gap" indikator pembangunan kota, khususnya dalam menghadirkan ruang kota yang nyaman untuk dihuni, lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, aksesibilitas intra dan interkota yang terkoneksi serta kapasitas inovasi yang berkelanjutan.

"Tersambungnya perlintasan di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono ini menjadi momentum penting menuju tahap penyelesaian berikutnya, sekaligus menegaskan komitmen Jakpro dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang andal, aman dan berkelanjutan bagi warga Jakarta," katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.