• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Padang La Pahar, Sabana Su...

Padang La Pahar, Sabana Sunyi di Tengah Hutan Sumba

Jumat, 09 Jan 2026, 06:18 WIB

DI SEBELAH tenggara Danau Laputi yang saat ini tengah populer, tersembunyi sebuah sabana bernama Padang La Pahar. Berada di tengah kawasan hutan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, Sumba Timur, padang rumput ini menjadi salah satu bentang alam paling khas di wilayah tersebut.

Seperti diketahui, Pulau Sumba mencerminkan wajah alam yang keras namun memikat. Hamparan padang rumput di Padang La Pahar membentang luas dengan kontur perbukitan landai, membentuk lanskap terbuka yang kontras karena dikelilingi hutan di sekelilingnya.

Ket. Foto: Foto Udara Pemandangan Padang La Pahar. — Sumber: Mandra pahlawa/Facebook Taman Nasional Matalawa

Tidak ada informasi pasti mengenai luas sabana ini. Namun, dari sisi elevasi, kawasan ini berada pada ketinggian sekitar 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang membuat udaranya relatif sejuk dan menjadikannya kerap dikunjungi. Saat musim kemarau tiba, rerumputan berubah warna menjadi kuning keemasan, menciptakan pemandangan dramatis yang kerap disamakan dengan sabana di Afrika. Sebaliknya, pada musim hujan, rumput di kawasan ini berubah hijau subur dan dipenuhi kehidupan.

Secara ekologis, Padang La Pahar berperan penting sebagai ekosistem savana alami. Kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai jenis tumbuhan savana, burung-burung padang rumput, serta satwa liar khas Sumba. Selain itu, padang ini juga berfungsi sebagai daerah resapan air dan penyangga lingkungan di tengah kondisi iklim Sumba Timur yang relatif kering dan sangat bergantung pada musim.

Bagi masyarakat setempat, Padang La Pahar memiliki nilai yang jauh melampaui keindahan visual. Sejak lama, kawasan ini dimanfaatkan sebagai lahan penggembalaan ternak, terutama kuda Sumba, sapi, dan kerbau, yang merupakan simbol status sosial dan kekayaan dalam budaya Sumba. Aktivitas menggembala di padang savana bukan sekadar kegiatan ekonomi, melainkan bagian dari pola hidup turun-temurun yang diwariskan antargenerasi.

Dalam konteks budaya, padang savana seperti La Pahar kerap hadir dalam cerita lisan, syair adat, dan ritus tradisional. Alam dipandang sebagai bagian dari tatanan kosmos yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, pemanfaatan padang dilakukan dengan aturan adat tertentu agar tidak merusak alam dan tetap selaras dengan kepercayaan lokal, termasuk nilai-nilai dalam tradisi Marapu.

Seiring berkembangnya pariwisata di Sumba Timur, Padang La Pahar mulai dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman berbeda: kesunyian, ruang terbuka yang luas, serta lanskap autentik. Wisatawan datang untuk menikmati matahari terbit atau terbenam, memotret siluet kuda di padang savana, atau sekadar merasakan suasana Sumba yang masih alami dan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Dengan perpaduan antara keindahan alam, fungsi ekologis, serta makna budaya yang kuat, Padang La Pahar tidak hanya menjadi ruang geografis, tetapi juga ruang hidup bagi masyarakat Sumba Timur, sebuah lanskap yang menyimpan identitas, sejarah, dan cara pandang orang Sumba terhadap alam dan kehidupan. hay

  • Padang La Pahar

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.