Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebelum BEI Dimutualisasi, Menkeu Purbaya Minta Penggoreng Saham Diberantas

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 19:15 WIB | Oleh:
Sebelum BEI Dimutualisasi, Menkeu Purbaya Minta Penggoreng Saham Diberantas Doc: ANTARA/Bayu Saputra
Ket. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa usai konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (8/1).

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan pentingnya memberantas praktik manipulasi atau “penggoreng saham” di pasar modal sebelum pemerintah melangkah ke rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis, mengatakan pembenahan tersebut penting dilakukan sebelum melangkah ke perubahan struktur kepemilikan bursa.

Saat ditanya apakah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan tahun ini, Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti.

Kewenangan utama terkait kebijakan tersebut tetap berada di tangan regulator pasar modal, katanya menegaskan.

“Saya belum tahu, bisa ditanyakan ke OJK. Kalau pandangan saya sih, beresin dulu 'tukang goreng-goreng' itu baru demutualisasi,” ujar dia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan tengah melakukan kajian terkait rencana demutualisasi bursa. Salah satu tujuan kajian tersebut adalah untuk memperkuat tata kelola pasar modal serta meningkatkan transparansi dan perlindungan investor.

Di sisi lain, Purbaya juga menanggapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menembus level 9.000. Dirinya menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fondasi perekonomian Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan membaiknya sentimen investor dinilai berdampak langsung pada kinerja perusahaan tercatat di bursa, yang pada akhirnya mendorong kenaikan valuasi pasar.

Sebaiknya Anda baca juga:

Dalam tiga bulan terakhir, aliran dana investor, baik domestik maupun global, tercatat terus mengalir positif ke pasar modal Indonesia.

“Jadi kalo kita lihat kan tiga bulan terakhir udah positif terus kan flow-nya ke kita. Jadi ya itu menunjukkan bahwa ada perbaikan sentimen investor domestik maupun global Terhadap perekonomian Indonesia yang ke depan kita harus jaga terus. Jadi kalo gitu mah tahun ini (IHSG) 10.000 enggak susah-susah amat,” ujar dia.

Sebagai informasi, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi di level 9.000,54 pada perdagangan Kamis, sekitar pukul 10.05 WIB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.