Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apakah Isi BBM Siang Hari Volumenya Lebih Sedikit? Ini Penjelasan Pakar IPB Luruskan Anggapan Tersebut

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 19:16 WIB | Oleh:
Apakah Isi BBM Siang Hari Volumenya Lebih Sedikit? Ini Penjelasan Pakar IPB Luruskan Anggapan Tersebut   Doc: ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga
Ket. Ilustrasi petugas melayani pengisian BBM di salah satu SPBU Pertamina.

KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT - Pakar dari IPB University Dr Leopold Oscar Nelwan, STP, MSi, meluruskan anggapan di masyarakat bahwa membeli bahan bakar minyak (BBM) pada siang hari menyebabkan isian lebih sedikit dibanding malam hari.

Leopold yang juga Dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1), menjelaskan bahwa perbedaan tersebut memang ada secara ilmiah, namun tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari.

“Perbedaan memang ada, tetapi sangat kecil dan tidak signifikan untuk penggunaan kendaraan harian,” kata Leopold.

Ia menjelaskan bahwa BBM seperti bensin dan solar memiliki sifat fisika berupa pemuaian ketika suhu meningkat. Pemuaian ini menyebabkan volume BBM sedikit bertambah, sementara massa dan kandungan energi totalnya tetap sama.

“Ketika suhu naik, volume bertambah, tetapi jumlah energi tidak berubah. Ini sifat alami fluida,” ujarnya.

Menurut Leopold, besarnya pemuaian BBM dapat dihitung menggunakan koefisien muai volumetrik. Untuk bensin, koefisiennya berada pada kisaran 0,00095 hingga 0,0011 per derajat Celsius, sedangkan solar berkisar antara 0,0007 hingga 0,0009 per derajat Celsius.

Ia menambahkan bahwa sistem penjualan BBM di tingkat konsumen saat ini berbasis volume, bukan massa, sehingga secara teoritis suhu memang dapat memengaruhi volume yang diterima.

Pada rantai pasok hulu, volume BBM umumnya telah dikoreksi pada suhu standar 15 derajat Celsius. Namun, pada tingkat hilir atau konsumen, koreksi suhu tersebut belum menjadi kewajiban.

Meski demikian, Leopold menegaskan bahwa pengaruh suhu lingkungan terhadap BBM di SPBU relatif kecil karena tangki penyimpanan dirancang dengan insulasi tertentu.

Sebagai ilustrasi, ia menyebutkan pengisian 40 liter bensin pada siang hari dengan suhu BBM sekitar dua hingga tiga derajat Celsius lebih tinggi dibanding malam hari hanya menghasilkan selisih volume kurang dari 0,1 liter.

“Untuk solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam praktik berkendara, perbedaan tersebut setara dengan jarak tempuh beberapa kilometer dan sangat dipengaruhi faktor lain, seperti gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, tekanan ban, serta kondisi kendaraan.

Karena itu, Leopold menyarankan masyarakat tidak perlu mengatur waktu khusus untuk mengisi BBM dan lebih mengutamakan kenyamanan serta kebutuhan perjalanan.

“Kalau sengaja keluar malam hanya untuk mengisi bensin, bisa jadi BBM yang terpakai justru lebih banyak,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Rona
Pendekatan Orang Tua untuk ...
Daerah
KMP Batu Mandi Terbakar, Po...
Olahraga
UEFA Desak FIFA Segera Jawa...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.