Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WNI di Belanda Terancam Dikepung Badai Salju

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 21:26 WIB | Oleh:
WNI di Belanda Terancam Dikepung Badai Salju Doc: AFP/DICK WAEM

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Belanda untuk tetap waspada di tengah cuaca ekstrem yang melanda Eropa meski saat ini berada dalam keadaan aman.

“Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang terdampak signifikan, selain hambatan pada transportasi publik,” menurut pernyataan tertulis Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI di Jakarta, Rabu (7/1).

Menurut pernyataan itu, Kemlu RI menghimbau para WNI untuk memantau informasi cuaca dari sumber pemerintah setempat, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta menghubungi 112 dalam keadaan darurat.

Kemlu RI menyampaikan bahwa guna menghadapi cuaca ekstrem berupa salju dan es di Belanda, pada Rabu (7/1), Badan Meteorologi Belanda (KNMI) telah mengeluarkan peringatan Kode Oranye untuk hampir seluruh wilayah dengan pengecualian Kode Kuning di Limburg dan Kepulauan Wadden.

Kemlu RI melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) Den Haag melakukan pemantauan intensif, berkoordinasi dengan otoritas setempat, serta menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada WNI dan diaspora Indonesia melalui kanal resmi.

Kemlu RI juga mengimbau para WNI yang ada di Belanda untuk memanfaatkan hotline KBRI di +31 6 288 60 509 untuk kekonsuleran dan di +31 6 828 4 9252 untuk keimigrasian darurat.

“KBRI akan terus melakukan langkah antisipatif guna memastikan keselamatan serta pelindungan WNI di wilayah akreditasi,” tambah pernyataan itu.

Menurut NL Times, pada Rabu (7/1) menandai hari keenam berturut-turut cuaca musim dingin bersalju di Belanda dan juga hari keenam pembatalan massal di Bandara Schipol, di mana bandara telah membatalkan 718 penerbangan di hari yang sama.

Peringatan oranye dikeluarkan saat cuaca berbahaya berpotensi besar menimbulkan gangguan, kerusakan, atau cedera serius, seperti akibat salju dan jalan licin, sedangkan Kode Kuning menandakan risiko sedang yang memerlukan peningkatan kewaspadaan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.