Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Prabowo Instruksikan 18 Proyek Hilirisasi Mulai Dibangun Paling Lambat Maret

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Prabowo Instruksikan 18 Proyek Hilirisasi Mulai Dibangun Paling Lambat Maret Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Taklimat Awal Tahun pada retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Hambalang, Bogor - Presiden Prabowo Subianto meminta agar pelaksanaan peletakan batu pertama atau "groundbreaking" 18 proyek hilirisasi yang sedang dikaji Danantara dapat dilakukan paling lambat pada Maret 2026.

Permintaan itu disampaikan Prabowo dalam retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

"Dari enam proyek yang telah diputuskan untuk melakukan groundbreaking pada Januari, Presiden meminta agar sisa proyek lainnya dipercepat sehingga pada Februari atau paling lambat Maret, seluruh 18 proyek dapat dilaksanakan," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dia mengungkapkan satu dari 18 proyek yang dibangun itu adalah proyek "waste-to-energy" atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Proyek tersebut, kata dia, dibangun di 34 titik yang tersebar di 34 kabupaten/kota, khususnya di daerah dengan volume timbunan sampah harian mencapai rata-rata 1.000 ton per hari.

Pembangunan PSEL diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menekan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah.

“Waste-to-energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari. Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,” ujar Prasetyo.

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan 18 proyek hilirisasi tersebut telah melewati tahap prastudi kelayakan, dan diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai Rp600 triliun. Realisasi investasi proyek-proyek tersebut akan dipimpin langsung oleh Danantara Indonesia.

Sementara itu, PSEL merupakan proses pengolahan sampah yang tidak dapat didaur ulang melalui teknologi untuk menghasilkan energi, seperti panas, listrik, atau bahan bakar alternatif. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung kemandirian energi nasional, mengurangi volume sampah terbuka, serta menekan ketergantungan terhadap energi konvensional, seperti batu bara.

Selain proyek "waste-to-energy", Prasetyo juga menyebutkan pemerintah segera melakukan groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).

DME merupakan salah satu bagian dari hilirisasi batu bara, di mana batu bara berkalori rendah diolah menjadi gas alternatif. Ini diharapkan mampu mengurangi kebutuhan Indonesia terhadap gas LPG.

“Kemudian, juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, program-program di bidang pertanian juga,” ucap Prasetyo.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan Presiden Prabowo meminta agar berbagai program prioritas, termasuk hilirisasi dapat dipercepat pelaksanaannya.

Presiden juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas kementerian dan lembaga guna mendukung pencapaian program-program besar pada 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
IHSG Hari Ini Bergerak Turu...
Luar Negeri
Trump Bantah Pernyataan Dub...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.