Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Lebak Waspadai Ancaman Banjir dan Hama di Musim Hujan

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 14:20 WIB | Oleh:
Petani Lebak Waspadai Ancaman Banjir dan Hama di Musim Hujan Doc: antara foto
Ket. Seorang petani di Lebak, Banten, mengawasi lahan sawahnya.

LEBAK - Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, mengantisipasi ancaman banjir dan serangan penyakit hama tanaman seiring tingginya intensitas curah hujan selama beberapa pekan terakhir.

"Kami hari ini areal persawahan di wilayahnya tergenang banjir seluas lima hektare dari tanaman seluas 150 hektare," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Bungah Kabupaten Lebak Ruhiana di Lebak, Sabtu (3/1).

Tanaman padi di wilayahnya Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, kata dia, jika curah hujan tinggi rawan banjir dan hama penyakit tanaman.

Menurutnya, saat ini areal persawahan yang tergenang banjir seluas lima hektare dan dipastikan meluas bila curah hujan tersebut berlangsung lama.

Selain itu, lanjutnya, curah hujan tinggi memicu perkembangbiakan hama penyakit tanaman, seperti tikus, wereng, walangsangit, dan penggerak batang, karena suhu menjadi lembab.

"Karena itu petani di sini sudah siap menghadapi serangan penyakit tanaman dengan menyediakan pestisida," kata Ruhiana.

Selain itu, lanjutnya, disiapkan alat berat untuk pengerjaan melakukan normalisasi saluran air agar tidak menimbulkan banjir.

Beruntungnya, kata dia, tanaman padi di wilayah itu telah memasuki angka tanam rata-rata 70 hari, sehingga kuat jika terserang banjir sampai enam hari, juga tahan terhadap serangan hama.

"Kami meyakini tanaman padi bisa dipanen Februari 2026, karena dipastikan curah hujan menurun," katanya.

Ketua Kelompok Tani Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak Udin mengatakan pihaknya kini mewaspadai banjir dan serangan hama penyakit tanaman menyusul curah hujan tinggi.

"Kami sekarang waspada menghadapi musim hujan agar tanaman padi bisa dipanen," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan pihaknya telah menyiapkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) jika terjadi serangan hama tanaman padi akibat curah hujan tinggi.

"Kami menyediakan pestisida untuk melakukan penyemprotan, guna menyelamatkan padi dari serangan hama tanaman agar bisa dipanen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Capaian realisasi investasi nasional

28 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

28 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.