Musim Tenis Dunia 2026 Dimulai, “Sincaraz” Siap Kembali Mendominasi

Jumat, 02 Jan 2026, 10:14 WIB

SYDNEY, AUSTRALIA — Persaingan baru tenis dunia diyakini kian sengit pada awal musim 2026. Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, duet rival yang dijuluki “Sincaraz”, diprediksi kembali mendominasi persaingan yang dimulai dengan Grand Slam Australian Open. Di sektor putri, Aryna Sabalenka datang dengan kepercayaan diri tinggi untuk melanjutkan perburuan gelar Grand Slam.

Musim baru resmi bergulir Jumat (2/1) ini lewat ajang beregu campuran United Cup di Perth dan Sydney. Turnamen pembuka tersebut menghadirkan deretan bintang, di antaranya petenis putri nomor dua dunia Iga Swiatek serta petenis putra peringkat tiga Alexander Zverev.

Ket. Foto: Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner. — Sumber: AFP

Sabalenka, yang kini kokoh di puncak peringkat dunia, mengawali langkahnya di Brisbane International pada tanggal 4–11 Januari. Turnamen itu bertabur bintang, termasuk juara Australian Open Madison Keys dan petenis peringkat empat Amanda Anisimova. Petenis Belarus itu membidik gelar ketiga di Melbourne Park, sekaligus Grand Slam kelima sepanjang kariernya.

Sorotan utama tetap tertuju pada Alcaraz dan Sinner. Keduanya hanya menjalani satu laga pemanasan, sebuah partai ekshibisi di Korea Selatan pada tanggal 10 Januari, sebelum Australian Open dimulai delapan hari kemudian. Meski Alcaraz sukses merebut status nomor satu dunia dari rivalnya di akhir musim, Sinner menutup 2025 dengan manis setelah menundukkan Alcaraz di final ATP Finals Turin untuk mempertahankan gelarnya.

Musim 2025 menjadi tahun emas bagi Sinner. Dia mempertahankan gelar Australian Open, merebut Wimbledon, dan mengoleksi enam trofi meski sempat absen tiga bulan akibat skorsing doping. Catatan 58 kemenangan dan hanya enam kekalahan menegaskan dominasinya. “Saya merasa menjadi pemain yang lebih baik dibanding tahun lalu,” ujar Sinner.

Alcaraz tak kalah impresif. Petenis Spanyol itu membukukan rekor 71 kemenangan berbanding sembilan kekalahan, dengan delapan gelar termasuk French Open dan US Open. Namun Australian Open masih menjadi satu-satunya Grand Slam yang belum berhasil dia menangkan. Prestasi terbaiknya baru mencapai perempat final, termasuk kekalahan dari Novak Djokovic pada 2025. Memasuki musim baru, Alcaraz juga memulai babak segar dengan pelatih baru setelah berpisah secara mengejutkan dengan Juan Carlos Ferrero, mentor yang mendampinginya sejak usia 15 tahun.

Djokovic membuka musim yang berpotensi menjadi tahun terakhirnya di tur lewat Adelaide International mulai 12 Januari. Di usia 38 tahun, dia masih memburu gelar Grand Slam ke-25 dan trofi Australian Open ke-11. Namun dominasi “Sincaraz” membuat langkahnya semakin berat. Sejak gelar US Open 2023, seluruh delapan turnamen mayor dimenangi oleh Alcaraz atau Sinner.

Di sektor putri, Sabalenka tetap menjadi unggulan utama. Selain US Open, dia juga menjuarai turnamen di Brisbane, Madrid, dan Miami. Meski demikian, tantangan datang dari Swiatek, Coco Gauff, dan Elena Rybakina. “Australian Open sangat spesial bagi saya. Dua gelar memberi kepercayaan diri, tapi setiap tahun selalu menghadirkan tantangan baru," ujar Sabalenka.

United Cup juga diramaikan kebangkitan Felix Auger-Aliassime, Taylor Fritz, dan Alex de Minaur, serta kehadiran Daniil Medvedev dan Nick Kyrgios di Brisbane. Swiatek memimpin Polandia di Sydney, sementara Amerika Serikat mengandalkan Gauff dan Fritz. Naomi Osaka juga tampil untuk pertama kalinya di ajang ini, membela Jepang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.