Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Targetkan Manufaktur Berkontribusi 18,56 persen ke PDB 2026, Ini Jurus Kemenperin

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 20:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Targetkan Manufaktur Berkontribusi 18,56 persen ke PDB 2026, Ini Jurus Kemenperin Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) bersama Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza berbincang serius di sela konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/12)

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri pengolahan nonmigas (IPNM) atau manufaktur memberikan kontribusi sebesar 18,56 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada tahun 2026, dengan pertumbuhan di angka 5,51 persen.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, di Jakarta, Rabu, menyatakan pihaknya menegaskan komitmen menjadikan sektor industri pengolahan nonmigas sebagai penggerak utama transformasi ekonomi nasional pada tahun depan.

Arah kebijakan tersebut difokuskan pada penguatan struktur ekonomi, peningkatan daya saing industri, serta keberlanjutan pembangunan.

"Kontribusi ekspor produk IPNM terhadap total ekspor ditargetkan naik sekitar 74,85 persen,” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/12).

Selain mendorong ekspor, sektor industri juga tetap menjadi penopang penciptaan lapangan kerja. Pada 2026, kontribusi penyerapan tenaga kerja industri ditargetkan sebesar 14,68 persen dari total tenaga kerja nasional, dengan tingkat produktivitas mencapai Rp126,20 juta per orang per tahun.

Untuk mendukung target tersebut, investasi di sektor industri pengolahan nonmigas diproyeksikan mencapai Rp852,90 triliun.

Dalam rangka pemerataan pembangunan, pihaknya menargetkan peningkatan kontribusi nilai tambah industri di luar Pulau Jawa hingga 33,25 persen. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat struktur industri yang lebih inklusif dan berimbang antarwilayah.

Di sisi lain, sektor industri juga diarahkan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 6,79 juta ton CO2 ekuivalen pada industri prioritas.

Dari sisi komoditas, proyeksi pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada 2026 menunjukkan kinerja yang solid. Industri logam dasar diproyeksikan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 14 persen, diikuti industri pengolahan lainnya dan jasa reparasi sebesar 6,45 persen, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 6,26 persen, serta industri makanan dan minuman sebesar 6,06 persen.

Sementara dari sisi kontribusi terhadap PDB, industri makanan dan minuman tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi terbesar mencapai 7,64 persen.

Selanjutnya, disusul industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 1,95 persen, industri barang dari logam dan elektronika sebesar 1,73 persen, industri alat angkutan sebesar 1,41 persen, serta industri logam dasar sebesar 1,30 persen.

Lebih lanjut, pada 2026 sektor industri agro diproyeksikan tetap menjadi penopang utama struktur industri nasional. Subsektor ini diperkirakan tumbuh 5,23 persen dan berkontribusi 9,6 persen terhadap PDB nasional, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 10,98 juta orang.

Nilai investasi industri agro diproyeksikan sebesar Rp251,6 triliun, dengan ekspor mencapai 68,62 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan tingkat utilisasi 74,62 persen.

Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) diproyeksikan tumbuh 4,77 persen dengan kontribusi 4,10 persen terhadap PDB nasional serta penyerapan 7,39 juta tenaga kerja. Nilai ekspor sektor ini diperkirakan mencapai 58,17 miliar dolar AS dengan investasi Rp198 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.