Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meluapnya Sungai Muaro Pisang Pasar Maninjau Sudah Merendam 40 Rumah dan Ditakutkan Bakal Bertambah

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 18:44 WIB | Oleh:
Meluapnya Sungai Muaro Pisang Pasar Maninjau Sudah Merendam 40 Rumah dan Ditakutkan Bakal Bertambah Doc: ist
Ket. banjir

AGAM - Bencana alam masih terus mengintip berbagai daerah, termasuk daerah Agam. Bupati Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Benni Warlis menyatakan sebanyak 40 rumah terdampak banjir bandang akibat meluapnya Sungai Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.

"40 unit rumah tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang. Material banjir bandang masuk ke rumah," kata Bupati Benni Warlis di Lubuk Basung, Kamis. Ia mengatakan rumah yang terdampak akan lebih banyak, karena air sudah melebar ke daerah lain setelah aliran sungai tersumbat material longsor, sehingga air mengalir ke lokasi lain dalam kondisi hari tidak hujan pada Rabu (31/12).

Setidaknya, lanjutnya, ada 200 orang mengungsi ke mushala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah. Mereka ketakutan dengan material turun dan kondisi ini sudah lima kali terjadi semenjak akhir November 2025.

"Air sungai disertai material turun beberapa kali, setelah tanah longsor melanda hulu sungai. Kondisi ini kurang baik bagi mereka, karena saat mereka pulang ke rumah, ada bunyi dentuman di hulu sungai, sehingga mereka kembali mengungsi," kata Bupati Benni.

Ia menambahkan kondisi ini mencekam karena aliran sungai sebelumnya sudah berpindah dan mengancam banyak rumah lain. Sementara lokasi aliran sungai sudah aman mengingat air sungai mengering setelah aliran berpindah. 

Kondisi tersebut, lanjutnya, bakal disampaikan ke Gubernur Sumbar dan Balai Wilayah Sungai (BWS) V untuk penanganan secara teknis yang perlu keilmuan. "Bagaimana kita mencarikan masalahnya dan saat ini kita hanya menyelesaikan sungai yang tersumbat di hilir sungai apabila terjadi longsor," kata Bupati Benni.

Ia mengatakan material banjir bandang menimbun satu alat berat yang sedang parkir. Untuk alat berat yang disediakan di lokasi ada empat unit di luar yang tertimbun. "Alat berat tersebut untuk membersihkan material banjir bandang yang menimbun badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi, sehingga jalan tidak bisa dilalui," katanya.

Sementara Anggota DPRD Agam Albert mengingatkan agar kondisi tersebut dicarikan solusi guna menyikapi ketakutan warga di sepanjang sungai tersebut. "Ini harus disikapi segera, agar masyarakat menjadi nyaman," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.