Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkomdigi: Gotong Royong Kunci Percepatan Pemulihan Pascabencana

📅 Minggu, 28 Des 2025, 15:12 WIB | Oleh:
Menkomdigi: Gotong Royong Kunci Percepatan Pemulihan Pascabencana  Doc: Biro Humas Kemkomdigi

DELI SERDANG - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut gotong royong menjadi kunci utama percepatan pemulihan pascabencana. Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto selalu mengingatkan bahwa proses pemulihan bencana harus dilakukan bersama seluruh ekosistem.

Karena itu, Meutya menegaskan, percepatan pemulihan bencana dilakukan sesuai arahan langsung Presiden Prabowo. Ia menyebut seluruh kementerian diminta memaksimalkan langkah pemulihan wilayah terdampak bencana.​

"Ini bentuk gotong royong, karena Pak Presiden juga selalu menyampaikan dalam berhadapan dengan bencana, khususnya dalam proses pemulihan, maka kita harus lakukan bersama-sama. Jadi dari Kementerian Komunikasi dan Digital bersama-sama seluruh ekosistem mitra-mitra kami hari ini hadir," ujar Meutya saat melepas bantuan kemanusiaan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Minggu (28/12).

Bantuan kemanusiaan yang dilepas mencakup 118 tangki air bersih berkapasitas masing-masing 8.000 liter. Distribusi bantuan direncanakan berlangsung selama satu pekan menyesuaikan kondisi akses dan logistik.

Selain air bersih, bantuan meliputi obat-obatan, pakaian baru, alat ibadah, tenda, MCK, dan kelambu. Tiga unit ekskavator juga disiapkan untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak.

"Prosesnya dimulai hari ini, tapi karena keterbatasan krek, akan berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Kemudian juga ada obat-obatan dari Telkomsel, pakaian baru 3.000, alat ibadah 1.500, tenda plus MCK 60, kelambu 500, ekskavator ada 3 yang akan dibawa," ujar Meutya.

Meutya menyampaikan kontribusi tambahan berupa sumur bor dari operator telekomunikasi nasional. "Dari XL ada 33 sumur bor, Indosat 33 sumur bor, dari APJII kurang lebih bantuan 1 ton, Asterindo nanti dijelaskan satu per satu," ucap Meutya.

Ia juga memaparkan perkembangan pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh pascabencana. Konektivitas secara umum telah pulih di atas 95 persen, dengan uptime rata-rata mencapai 91 persen.

Namun, Meutya mengakui masih terdapat pekerjaan rumah di beberapa wilayah terdampak berat. Wilayah tersebut meliputi Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues akibat keterbatasan pasokan listrik.

Meutya menyebutkan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tamiang menjadi titik fokus utama pemulihan pascabencana. Ia menegaskan penanganan akan terus melibatkan seluruh ekosistem mitra dan lembaga terkait.

“Mohon doanya mudah-mudahan berangkat hari ini kita lancar semua,” ucap Meutya. Diharapkan, bantuan segera dirasakan masyarakat terdampak, khususnya di Aceh Tamiang dan sekitarnya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.