Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di INASAU 2025, Phapros Hadirkan Inovasi Produk Kesehatan Pria Dewasa

📅 Jumat, 26 Des 2025, 15:03 WIB | Oleh:
Di INASAU 2025, Phapros Hadirkan Inovasi Produk Kesehatan Pria Dewasa Doc: Phapros
Ket. Produk inovatif kesehatan pria dewasa dari Phapros resmi diperkenalkan pada forum ilmiah andrologi INASAU 2025.

PT Phapros Tbk (PEHA), kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan pria melalui partisipasi dan dukungan pada The 4th InaSAU Meeting yang diselenggarakan oleh Indonesian Society of Andrological Urology (InaSAU) pada 19-20 Desember 2025 di Lombok.

Dalam forum ilmiah ini, Phapros meluncurkan produk terbarunya di segmen terapi kesehatan pria dewasa dalam bentuk oral dissolving film (ODF), yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan dan kepatuhan pasien.

Disfungsi ereksi (DE) merupakan gangguan seksual pria berupa ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk aktivitas seksual yang memuaskan.

Berdasarkan berbagai studi klinis, prevalensi DE meningkat seiring bertambahnya usia dan kerap berkaitan dengan penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, gangguan hormonal, serta faktor psikologis dan gaya hidup. Sayangnya, DE masih sering dianggap tabu sehingga banyak penderita terlambat mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Melalui sesi ilmiah dan edukasi di InaSAU Meeting, Phapros mendorong pemahaman bahwa disfungsi ereksi bukan sekadar isu kualitas hidup, tetapi juga dapat menjadi indikator awal kondisi kesehatan yang lebih serius, sehingga penting untuk ditangani secara medis dan komprehensif.

Menurut studi yang dilakukan pada 2021, penggunaan Tadalafil ODF oleh penderita DE terbukti efektif dan aman untuk digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan, sehingga bisa membantu meningkatkan kualitas hidup.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih, menyampaikan bahwa pengenalan inovasi terapi ini sejalan dengan komitmen Phapros dalam menghadirkan solusi kesehatan yang berfokus pada kebutuhan pasien serta selaras dengan perkembangan praktik klinis terkini.

“Terapi berbasis tadalafil dalam bentuk ODF, dikembangkan dengan teknologi yang memungkinkan obat larut di mulut tanpa memerlukan air, sehingga lebih praktis digunakan, memberikan kenyamanan bagi pasien, serta mendukung onset kerja yang relatif cepat dengan durasi efek yang panjang,” ungkapnya.

Secara mekanisme kerja, tadalafil merupakan inhibitor phosphodiesterase-5 (PDE-5) yang berperan meningkatkan aliran darah ke corpus cavernosum, sehingga membantu terjadinya dan mempertahankan ereksi. Dengan durasi kerja yang dapat mencapai hingga 36 jam, terapi ini memberikan fleksibilitas waktu penggunaan dan mendukung kualitas hidup pasien dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami menganggap bahwa kolaborasi berkelanjutan dengan organisasi profesi medis sangat penting untuk memperkuat edukasi, pertukaran ilmu, serta penerapan terapi berbasis bukti dalam penanganan kesehatan pria,” tutur Ida.

Phapros berharap partisipasi aktif dalam The 4th InaSAU Meeting 2025 serta pengenalan inovasi terapi ini dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran, mendorong diagnosis dini, dan memperkuat kualitas penanganan disfungsi ereksi di Indonesia.

Ketua INASAU Dr.dr. Widi Atmoko, Sp.U(K), FECSM, mengungkapkan bahwa prevalensi disfungsi ereksi di Indonesia tergolong lebih tinggi dibandingkan rata-rata global. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia, angka prevalensi disfungsi ereksi mencapai lebih dari 30 persen, sementara secara global berada di kisaran 14 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa magnitude masalah disfungsi ereksi di Indonesia cukup tinggi. Ini menjadi isu kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius, baik dari sisi medis maupun edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

“Dengan adanya obat seperti ini, pilihan terapi bagi pasien menjadi lebih luas. Secara mekanisme kerja, obat ini masih berada dalam golongan PDE-5 inhibitor, namun dengan karakteristik durasi kerja yang bisa lebih panjang dibandingkan beberapa terapi sejenis,” jelasnya.

Sebagai organisasi yang berada di bawah naungan urologi dengan fokus pada aspek kesehatan pria dan andrologi, INASAU melihat kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengembangan keilmuan.
“INASAU memang berfokus pada pendalaman urologi dari perspektif kesehatan pria. Ke depan, kerja sama menjadi sangat penting agar kita bisa bersama-sama meningkatkan pelayanan kepada pasien sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan,” tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.