Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Besar di Pariaman, Ikan Restocking di Aliran Sungai Dilaporkan Hilang

📅 Jumat, 26 Des 2025, 07:05 WIB | Oleh:
Banjir Besar di Pariaman, Ikan Restocking di Aliran Sungai Dilaporkan Hilang Doc: Antara Foto
Ket. Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman, Sumbar, meninjau salah satu aliran sungai di daerah itu guna melihat ikan restocking.

 Ikan-ikan restocking yang disebar pada aliran umum sejumlah sungai di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), yang diawasi oleh kelompok masyarakat setempat hanyut atau hilang, karena banjir akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

"Ikan-ikan restocking di seluruh sungai kami hanyut," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa, di Pariaman, Kamis (25/12).

Ia mengatakan lokasi restocking ikan tersebut tersebar pada sejumlah desa dan kelurahan di daerah itu, yang pengawasannya dilakukan oleh kelompok masyarakat setempat.

Adapun desa dan kelurahan tersebut, yaitu Desa Cimparuh, Pauh Timur, Alai Gelombang, Kelurahan Jawi Jawi II, Desa Sungai Sirah, Sungai Pasak, Kampuang Gadang, Bunga Tanjung, Bato, dan Desa Air Santok.

Ikan-ikan tersebut sebelumnya ditebar pada perairan yang melintasi desa dan kelurahan di Pariaman sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan warga, serta menjaga kelestarian ikan lokal dan kebersihan sungai.

Ia menyebutkan perkiraan ikan yang hanyut tersebut mencapai belasan ton dengan kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah.

"Hal ini telah kami laporkan kepada Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP)," katanya lagi.

Dia mengatakan pula, KKP melalui Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar Sungai Gelam juga telah datang ke Pariaman pada awal Desember lalu, guna melihat kondisi dampak bencana terhadap sektor perikanan.

Ia menyampaikan Pemkot Pariaman telah meminta KKP untuk membantu kembali mengisi restocking ikan di sungai tersebut dengan bibit ikan lokal sebagai upaya ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian warga serta menjaga produksi ikan lokal.

Pariaman merupakan salah satu daerah di Sumbar yang terdampak cuaca ekstrem yang terjadi dari 21 hingga 28 November 2025. Setidaknya Pemkot Pariaman merilis daerah ini mengalami banjir pada 121 lokasi, longsor enam lokasi, dan puluhan pohon tumbang.

Akibat cuaca ekstrem tersebut lima ruas jalan ambles, satu jembatan rusak, 45 unit sekolah rusak, dinding penahan pada sejumlah aliran sungai di Pariaman juga rusak akibat dihantam banjir. Bahkan 25 hektare ladang dan ratusan hektare lahan sawah juga terendam banjir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Daerah
Dua Sosok Mayat dari Dalam ...
Olahraga
Arema FC Ditahan Imbang Bha...
Advertisement
WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.