Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengalaman Banjir Bandang, Warga Desa Suci Jember Respon Perubahan Iklim dengan Pertanian Pangan

📅 Rabu, 24 Des 2025, 00:07 WIB | Oleh:
Pengalaman Banjir Bandang, Warga Desa Suci Jember Respon Perubahan Iklim dengan Pertanian Pangan Doc: Istimewa
Ket. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ), Ihsannudin, menjelaskan bahwa adopsi teknologi pada masyarakat Desa Suci tersebut merupakan buah dari Program Desa Binaan yang didukung oleh Kemendiktisaintek.

SURABAYA - Perubahan iklim secara global memiliki konsekuensi perubahan pola kehidupan di berbagai sektor. Termasuk perubahan dramatis yang terjadi adalah munculnya bencana sebagaimana yang terjadi di Desa Suci Jember pada 2006. Kala itu desa ini luluh lantak terkenan banjir bandang yang disebabkan selain karena perubahan tata guna lahan juga karena anomali meterologis. 

Terjadinya bencana ini ternyata memberikan dampak perubahan perilaku masyarakat Desa Suci. Perubahan paling kentara terlihat pada pemilihan komoditas pertanian yang diusahakan. Sekertaris Desa Suci Muhammad Rikuwan menerangkan, petani desa Suci saat ini lebih banyak beralih pada tanaman padi dan jagung ketimbang sayuran pasca bencana. “Dulu sebelum bencana, Suci merupakan sentra tanaman kobis, kentang dan sebagainya, sekarang sudah sangat jarang” papar Rikuwan. 

Perubahan komoditas menjadi tanaman pangan ini, tentu memerlukan input salah satunya adalah pupuk. Pupuk kimia subsidi yang terkadang menghadapi permasalahan telah direspon masyarakat Desa Suci dengan pembuatan pupuk oragnik secara mandiri dengan teknilogi “Bata Bolong”. Hendri, sekertaris Poktan Tani Harapan menyatakan bahwa pembuatan pupuk organik dilakukan cara memanfaatkan limha pertanian dan limbah rumah tangga untuk mendukung usaha tanaman pangan padi dan jagung. “Kalau pas nanti pupuk sulit kayak yang dulu pernah terjadi, kita bisa tenang karena kita sudah punya stok pupuk organik sendiri”, Hendri membeberkan.

Respon konstruktif Desa Suci ini diapresiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan melalui Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian, Silvi Charlote Sumanti saat berkunjung ke Desa Suci, Senin (22/12). Dalam kesempatan tersebut Caroline berkesempatan menyaksikan teknologi “Bata Bolong” yang 1 unitnya mampu memproduksi pupuk organik sekira 48,6 ton/tahun untuk mendukung usaha tanaman pangan. Bahkan ketika mengetahui bahwa Desa Suci telah mampu membuat mulsa untuk budidaya pertanian dari kemasan multilyer, Caroline tak dapat menyembunyikan ketertarikannya.

“Apa yang dilakukan Desa Suci Jember ini dapat direplikasi kepada daerah daerah lain karena mampu menunjang swasembada pangan dalam kaitan penyediaan input pertanian” sambut caroline. Ia menambahkan perlunya sinergisitas dengan Universitas Jember (perguruan tinggi) untuk memberikan inovasi teknologi aplikatif pada masyarakat. 

Dalam kesempatan terpisah, Ihsannudin Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ) menjelaskan bahwa adopsi teknologi pada masyarakat Desa Suci tersebut merupakan buah dari Program Desa Binaan yang didukung oleh Kemendiktisaintek. “Kami menjadikan Desa Suci bukan sekedar sebagai Desa  Binaan namun juga menjadikan Living Lab untuk mendukung terwujdunya pertanian tanaman pangan berkelanjuta dengan isu Kampung yang tanggap terhadap perubahan iklim” pungkasnya. Dengan menjadikan suatu desa menjadi Ling Lab, maka  ekosistem akademisi perguruan tinggi dapat saling berbagi ilmu dengan masyarakat yang kaya akan pengalaman implementatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.