Arsenal Hadapi Chelsea di Semifinal Piala Liga Usai Menang Adu Penalti atas Palace

Rabu, 24 Des 2025, 09:12 WIB

LONDON, INGGRIS — Arsenal memastikan langkah ke semifinal Piala Liga Inggris setelah menundukkan Crystal Palace lewat drama adu penalti dengan skor 8-7, menyusul hasil imbang 1-1 pada laga perempat final di Emirates Stadium, Rabu (24/12) dini hari WIB.

Penjaga gawang Kepa Arrizabalaga tampil sebagai pahlawan The Gunners. Kiper asal Spanyol itu menjadi penentu kemenangan dengan menepis tendangan penalti bek Palace, Maxence Lacroix, pada eksekusi kedelapan adu tos-tosan.

Ket. Foto: Para pemain Arsenal melakukan selebrasi usai menang dalam laga Piala Liga atas Crystal Palace, Rabu (24/12) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Lacroix sebelumnya mengalami malam yang pahit. Gol bunuh dirinya pada menit ke-80 sempat membawa Arsenal unggul, sebelum Marc Guehi memaksa laga berlanjut ke adu penalti lewat gol penyama kedudukan di masa injury time.

Kedua tim sama-sama sukses menuntaskan tujuh penalti pertama. William Saliba kemudian membawa Arsenal unggul lewat eksekusi kedelapan, sebelum Kepa membaca arah bola dan menggagalkan tendangan Lacroix dengan terjunan ke sisi kanan gawang.

Momen tersebut terasa sangat emosional bagi Kepa. Ia sempat dikenang karena menolak diganti saat final Piala Liga 2019 bersama Chelsea melawan Manchester City, yang berakhir dengan kekalahan adu penalti. Pada final Piala Liga 2022 kontra Liverpool, Kepa juga gagal mengeksekusi penalti.

Arsenal selanjutnya akan menghadapi rival sekota Chelsea di semifinal yang dimainkan dengan format dua leg pada Januari dan Februari. Sementara itu, Manchester City akan berhadapan dengan juara bertahan Newcastle United di semifinal lainnya.

“Kami menciptakan banyak peluang dan seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Ketika Anda tidak menutup pertandingan, selalu ada risiko kebobolan,” ujar pelatih Arsenal, Mikel Arteta.

“Kami melihat beberapa penampilan individu yang luar biasa. Kepa, komitmennya terhadap tim benar-benar luar biasa. Para pemain sangat tenang saat adu penalti dan pada akhirnya Kepa mampu melakukan penyelamatan. Kami berada di jalur yang kami inginkan,” tambahnya.

Ini menjadi kali kedua beruntun Arsenal menembus semifinal Piala Liga, dalam upaya mereka mengakhiri puasa trofi sejak menjuarai Piala FA pada 2020. Sepanjang sejarah, klub London Utara itu baru dua kali menjuarai Piala Liga, terakhir pada musim 1992/1993.

Setelah merayakan Natal pada hari Kamis, Arsenal akan kembali fokus ke perburuan gelar Liga Inggris dengan menjamu Brighton dan Aston Villa untuk menutup tahun 2025. Gelar liga pertama sejak 2004 tetap menjadi target utama, namun trofi Piala Liga pada bulan Maret nanti akan menjadi dorongan besar bagi klub yang lama haus prestasi.

Arteta melakukan delapan perubahan dari tim yang menang atas Everton akhir pekan lalu, tetapi tetap menurunkan susunan pemain kuat, termasuk William Saliba, Mikel Merino, Eberechi Eze, Gabriel Martinelli, dan Gabriel Jesus.

Jesus mencatatkan starter pertamanya dalam 345 hari setelah pulih dari cedera ligamen lutut (ACL) yang dideritanya Januari lalu. Ia sebelumnya tampil sebagai pemain pengganti saat melawan Club Brugge awal bulan ini.

Arsenal sebenarnya berpeluang unggul lebih cepat. Noni Madueke, salah satu perubahan Arteta, dua kali gagal menaklukkan kiper Palace, Walter Benitez, yang tampil gemilang. Benitez juga melakukan penyelamatan penting atas sundulan jarak dekat Jesus serta tembakan keras Madueke lainnya.

Peluang Jurrien Timber yang menyundul bola melebar dari jarak dekat semakin menambah frustrasi tuan rumah. Arteta kemudian memasukkan Bukayo Saka dan Martin Odegaard pada babak kedua, dengan Odegaard langsung memberi dampak lewat umpan silang yang nyaris diselesaikan Jesus.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-80 melalui situasi bola mati. Sepak pojok Saka menciptakan kemelut di kotak penalti, dan Lacroix, dalam tekanan Saliba, tak sengaja menyodok bola ke gawang sendiri.

Namun Palace membalas dengan cara serupa. Dari satu-satunya tembakan tepat sasaran mereka, Adam Wharton mengirim tendangan bebas yang disundul Jefferson Lerma, sebelum Guehi menyambar bola dari jarak dekat pada menit ke-95.

Adu penalti pun tak terelakkan. Setelah serangkaian eksekusi dingin dari kedua tim, Kepa akhirnya menutup malam dengan status penyelamat Arsenal, sekaligus menuntaskan penebusan pribadinya di kompetisi ini.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.