Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisata Alam Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara pada Awal 2026

📅 Senin, 22 Des 2025, 14:45 WIB | Oleh:
Wisata Alam Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara pada Awal 2026 Doc: antara foto
Ket. Wisata pendakian Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyatakan dalam rangka mitigasi risiko bencana hidrometeorologi dan pemulihan ekosistem, sehingga melakukan menutup sementara seluruh destinasi wisata pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal 2026.

“Semua jalur pendakian menuju Gunung Rinjani Lombok di awal 2026 ditutup sementara untuk kelestarian lingkungan dan keselamatan para wisatawan," kata Kepala Balai TNGR Yarman dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Senin (22/12).

Adapun jalur destinasi wisata alam pendakian yang ditutup menuju Gunung Rinjani di antaranya jalur pendakian Senaru, jalur Torean, jalur Sembalun, jalur Timbanuh, jalur Tetebatu dan jalur pendidikan Aik Berik.

"Ada enam jalur pendakian yang ditutup sementara pada periode 1 Januari 2026 – 31 Maret 2026,," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan pendakian di akhir 2025 ini supaya segera melakukan pemesanan, karena penutupan pemesanan (Booking) tiket eRinjani paling lambat 28 Desember 2025 pukul 23.59 WITA.

"Check -in terakhir pada 31 Desember 2025 dan check-out terakhir pada tanggal 3 Januari 2026 mendatang," katanya.

Ia mengatakan penutupan ini dilakukan sebagai langkah perlindungan keselamatan pengunjung, sekaligus memberi waktu bagi alam Rinjani untuk beristirahat dan memulihkan diri di tengah potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan.

"Mari kita dukung bersama upaya konservasi ini, karena Rinjani bukan hanya untuk dikunjungi hari ini, tetapi dijaga untuk generasi esok hari," katanya.

Pihaknya juga saat ini sedang menurunkan tim pendakian untuk melakukan perbaikan atau membersihkan sampah di kawasan Gunung Rinjani untuk meningkatkan kelestarian kawasan Gunung Rinjani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.