Penyaluran BBM Tembus Takengon, Pertamina Kerahkan Transportasi Multi-Moda
Minggu, 21 Des 2025, 18:35 WIBMEDAN - Dengan mengerahkan transportasi dengan berbagai armada (multi-moda), PT Pertamina (Persero) berhasil memasuki wilayah Takengon. Pada Jumat (19/12), mobil tangki BBM Pertamina memasuki ibu kota Kabupaten Aceh Tengah ini, meski akses jalan masih terbatas akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.Â
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara Fahrougi Andriani Sumampouw mengungkapkan, pengangkutan BBM yang berasal dari Integrated Terminal Medan, dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Air Tractor dari Bandara Kualanamu, Medan, menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah. Setibanya di Bandara Rembele, BBM dipindahkan oleh petugas ke mobil tangki berukuran medium 8.000 kiloliter (KL), untuk selanjutnya didistribusikan melalui jalur darat ke SPBU dan posko penanganan bencana di Bener Meriah dan Takengon. Mobil tangki medium digunakan untuk mempermudah manuver melalui jalan yang masih terbatas.Â
âDistribusi BBM dari Bandara Rembele menuju Aceh Tengah menggunakan mobil tangki menempuh waktu sekitar satu jam. Saat ini, kondisi jalur dari Bandara Rembele menuju Aceh Tengah relatif aman dan dapat dilalui oleh mobil tangki,â ungkap Fahrougi.
Ia menjelaskan, sebanyak 29.500 liter BBM tiba di Takengon. Dari pasokan tersebut, sejumlah 13.500 liter BBM yang terdiri Pertalite dan Biosolar, dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di SPBU.
Sementara, 16 ribu liter BBM jenis Pertalite dan Biosolar dialokasikan untuk posko penanganan darurat Badan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Komandan Distrik Militer (Kodim) untuk penanganan pascabencana.
âPenyaluran BBM menjangkau empat SPBU, yakni dua SPBU di Kabupaten Bener Meriah dan dua SPBU di Takengon. Kami berharap pasokan ini dapat menjaga kebutuhan energi bagi masyarakat, di tengah keterbatasan akses jalan,â ujarnya.
Fahrougi menegaskan, Pertamina akan terus melakukan distribusi BBM menggunakan berbagai moda yang memungkinkan untuk menembus jalur yang masih terisolir. Mulai dari penggunaan pesawat Air Tractor hingga jalur reguler, alternatif dan emergency (RAE) distribusi BBM dari Fuel Terminal Lhokseumawe dapat digunakan kembali secara aman.
Saat ini, Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan wilayah Lhokseumawe dan Bireuen telah selesai diperbaiki. Namun demikian, masih terdapat sejumlah ruas jalan yang tertimbun longsor serta beberapa jembatan yang terputus, sehingga jalur reguler distribusi BBM dari Lhokseumawe menuju Aceh Tengah belum dapat beroperasi secara optimal.
Pertamina akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat, dan pihak terkait untuk memastikan penyaluran BBM tetap berjalan demi mendukung pemulihan dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak bencana.
âPertamina tidak pernah lelah melayani masyarakat. Kami berharap masyarakat tetap sabar dan mendukung upaya-upaya Pertamina dan petugas di lapangan dalam menyalurkan energi kepada masyarakat dengan berbagai skema alternatif,â tandasnya.
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kota Tangerang Gelar Pangan Murah Mulai 23 Juli hingga 13 Agustus
-
RUU Perampasan Aset Diusulkan Atur Pemulihan Korban Salah Sita
-
Gunung Etna Meletus, Ruang Udara Sisilia Ditutup Akibat Hujan Abu Vulkanik
-
BNPB: 4.000 Liter Air Bersih Dikirim untuk Atasi Kekeringan di Bandung Barat
-
KKP Dukung Pengembangan Sektor Perikanan di Aceh Besar Pasca-Bencana Alam
-
19 Ruas Jalan di NTT Pasca Gempa Sudah Fungsional Lagi
-
Pemkab Bangka Tengah Membuka Rekrutmen Tenaga Dokter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.