Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sulteng Fokuskan Program Makan Bergizi Gratis untuk Penanganan Stunting Anak

📅 Minggu, 21 Des 2025, 11:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Sulteng Fokuskan Program Makan Bergizi Gratis untuk Penanganan Stunting Anak Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Sulteng Anwar Hafid saat pencanangan program inovasi Berani Pelita Hati untuk peduli kesehatan ibu dan anak di Posyandu Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sabtu (20/12).

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memfokuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk penanganan masalah stunting pada anak.

“Lebih bagus kita buatkan MBG khusus untuk anak stunting. Jangan disamaratakan. Karena ibu yang paling tahu apa yang dimakan anaknya. Negara hadir, pemerintah bantu, tapi tetap berbasis keluarga,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid saat pencanangan program inovasi Berani Pelita Hati untuk peduli kesehatan ibu dan anak di Posyandu Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sabtu.

Dia menjelaskan rencana penguatan Program MBG yang diarahkan lebih fokus untuk anak-anak stunting, dengan pendekatan yang tidak diseragamkan, melainkan disesuaikan dengan kondisi gizi masing-masing anak.

Dia pun meminta jajaran perangkat daerah untuk segera menyiapkan skema tersebut, termasuk melibatkan pemerintah desa, tim pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) dan organisasi perangkat daerah (OPD), agar bantuan gizi dapat langsung menyentuh keluarga sasaran.

Dia pun membagikan kisah masa kecilnya, untuk menguatkan para orang tua agar tidak takut atau minder ketika anaknya mengalami stunting. Kata dia, stunting bukan penyakit menular dan bukan aib, melainkan kondisi yang harus ditangani bersama melalui gotong royong dan intervensi yang tepat.

“Kalau ada rakyat kita seperti itu, harus dibantu, bukan dijauhi. Jangan sampai pencanangan hari ini berhenti sampai di sini,” ujarnya.

Gubernur menetapkan target evaluasi enam bulan ke depan, tepatnya Juli 2026. Ia berjanji akan kembali ke Desa Nupabomba untuk melihat langsung hasil intervensi.

“Saya mau datang lagi enam bulan ke depan. Yang hari ini tercatat 29 anak stunting di Nupabomba, saya berharap sudah tidak ada lagi,” katanya menegaskan.

Sebagai langkah konkret, Gubernur mengusulkan pola pendampingan langsung satu OPD satu anak, dengan estimasi bantuan sekitar Rp15.000 per hari atau Rp400–450 ribu per bulan per anak, yang diberikan langsung kepada ibu dengan pendampingan PKK dan tenaga kesehatan.

“OPD jangan datang ke rumah binaan dengan tangan kosong. Bawa telur, buah, susu. Bukan hanya anaknya yang diurus, ibunya juga harus kita perhatikan,” pesannya.

Program tersebut akan dijadikan pilot project di Desa Nupabomba dan Desa Ganti, sebelum direplikasi ke desa-desa lain di Sulawesi Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.