Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Liburan Akhir Tahun di Kota Malang, Cermati Titik Rawan Macet di Ruas Jalan Ini

📅 Minggu, 21 Des 2025, 17:37 WIB | Oleh:
Liburan Akhir Tahun di Kota Malang, Cermati Titik Rawan Macet di Ruas Jalan Ini Doc: antara foto
Ket. Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra, di Kota Malang, Minggu (21/12).

MALANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Jawa Timur, memetakan sejumlah titik rawan kemacetan, seiring munculnya prediksi peningkatan sebesar 2,71 persen pergerakan kendaraan di Malang Raya saat berlangsung momen libur Natal 2025 dan Tahun 2026.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra, di Kota Malang, Minggu (21/12), mengatakan ruas jalan yang masuk kategori rawan kemacetan adalah jalur penghubung ke arah Kota Batu dan Kabupaten Malang, mengingat posisi Kota Malang yang terletak di antara dua daerah itu.

"Untuk wilayah Malang Raya, diperkirakan ada kenaikan sebesar 2,71 persen dari tahun lalu. Titik yang biasa padat, seperti di Jalan Ahmad Yani, (Exit Toll) Madyopuro, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Borobudur," kata Widjaja.

Berdasarkan data dari Dishub Kota Malang, angka 2,71 persen 1.440.063 kendaraan yang masuk dan keluar dari Malang Raya melalui Kota Malang saat Natal 2025 dan 1.167.840 kendaraan pada libur Tahun Baru 2026.

Pada Natal 2024 arus masuk keluar sebanyak 1.402.067 kendaraan bermotor. Sedangkan, pada Tahun Baru 2025 tercatat 1.137.026 kendaraan masuk keluar Malang Raya dari Kota Malang.

Selain perlintasan, Kota Malang, kata dia lagi, juga berpotensi dipadati kendaraan bermotor milik wisatawan yang berhenti untuk berwisata dan menginap di wilayah setempat.

Widjaja menyatakan beberapa langkah sudah ditetapkan untuk menangani kemacetan, yaitu pertama rekayasa lalu lintas bersama Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota.

Namun, kata dia pula, rekayasa lalu lintas bersifat insidental yang melihat pada kondisi di lapangan."Kemudian, kalau dari Exit Tol Singosari ke arah Kota Batu (Jalur Karanglo) macet akan dialihkan ke Exit Tol Pakis maupun Exit Tol Madyopuro," ujar dia.

Kemudian, pihaknya akan mengoptimalkan area traffic control system (ATCS) atau sistem pengendalian lalu lintas yang berbasis teknologi informasi dan terhubung dengan closed circuit television (CCTV) di setiap wilayah, sehingga pemantauan mampu berjalan real time.

"‎Kami sudah rapat di Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Titik kepadatan di Kabupaten Malang misalnya, biasanya di daerah Kacuk, Kota Malang hingga ke arah pabrik gula Kebon Agung di Kabupaten Malang," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.