Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Targetkan 2.000 Penetapan Warisan Budaya Takbenda pada 2026

📅 Selasa, 16 Des 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Menbud Targetkan 2.000 Penetapan Warisan Budaya Takbenda pada 2026 Doc: Humas Kemenbud
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan target ambisius penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) pada tahun 2026. Target tersebut berupa 2.000 warisan budaya yang diarahkan untuk mempercepat pencatatan warisan budaya nasional yang potensinya sangat besar.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan, capaian penetapan tahun ini menjadi pijakan untuk meningkatkan target nasional berikutnya. Pemerintah menilai percepatan pencatatan budaya perlu dilakukan secara lebih agresif dan terukur.

Menbud berharap jumlah penetapan WBTbI pada tahun depan meningkat signifikan dibandingkan capaian sebelumnya. “Saya harapkan tahun depan lebih banyak lagi,” kata Menbud Fadli pada Malam Puncak Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025 di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin (15/12).

Menbud menegaskan bahwa target penetapan WBTbI tidak boleh berhenti pada capaian tahun berjalan. “Kalau bisa tahun depan itu sekalian 2.000, gitu ya,” ujar Fadli.

Menurut dia, potensi warisan budaya nasional jauh lebih besar dibandingkan jumlah yang telah tercatat. Karena potensinya itu ada sekitar 30 ribu warisan budaya.

Menbud menilai lamanya proses pencatatan berisiko membuat potensi budaya tidak terdokumentasi optimal. Untuk itu, pemerintah mendorong percepatan registrasi agar kekayaan budaya nasional tidak hilang.

Sementara itu, Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud, Restu Gunawan, menyebut target 1.000 WBTbI sebagai tantangan langsung kementerian. Target tersebut menjadi fokus kerja pada periode penetapan berikutnya.

Restu menyampaikan optimisme menghadapi target baru setelah capaian tahun ini terpenuhi. “Jadi nanti, mudah-mudahan tahun depan kita bisa 1.000 warisan,” ucap dia.

Restu menilai pencapaian target membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah daerah. Peran daerah dinilai menentukan percepatan pengusulan warisan budaya nasional.

Ia menekankan pentingnya dukungan anggaran daerah untuk mempercepat proses penetapan WBTbI. “Mohon nanti didorong penganggarannya juga untuk dinas-dinas,” kata Restu. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.