Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPKN: Pengaduan Konsumen Meningkat, Negara Harus Hadir Lebih Tegas

📅 Selasa, 16 Des 2025, 20:25 WIB | Oleh:
BPKN: Pengaduan Konsumen Meningkat, Negara Harus Hadir Lebih Tegas Doc: BPKN
Ket. Kegiatan Catatan Akhir Tahun 2025, yang digelar di kantor BPKN, Jakarta pada hari Selasa (16/12). Lembaga ini menilai, peningkatan pengaduan konsumen mencerminkan kompleksitas risiko ekonomi digital dan mendesak penguatan regulasi, penegakan hukum, serta literasi konsumen nasional.

Jakarta — Transformasi digital yang masif telah mengubah pola transaksi masyarakat, khususnya di sektor perdagangan melalui sistem elektronik, jasa keuangan, transportasi, pangan, hingga ekonomi kreatif. Namun, laju inovasi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan regulasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang memadai.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Republik Indonesia melakukan refleksi menyeluruh atas dinamika perlindungan konsumen sepanjang tahun 2025. Catatan Akhir Tahun (CAT) 2025 menegaskan bahwa peningkatan pengaduan konsumen bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal kuat meningkatnya kompleksitas risiko konsumen di tengah percepatan digitalisasi ekonomi.

BPKN mencatat bahwa sepanjang 2023–2025, jumlah pengaduan konsumen mencapai 3.582 pengaduan, dengan sektor jasa keuangan, e-commerce, perumahan, dan pariwisata menjadi penyumbang terbesar. Pola pengaduan juga menunjukkan pergeseran risiko, dari produk fisik ke praktik sistemik seperti biaya tersembunyi (hidden cost), dark patterns, manipulasi informasi, dan lemahnya mekanisme ganti rugi.

Ketua BPKN RI, Prof. Dr. H. M. Mufti Mubarok, menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan perlunya kehadiran negara yang lebih tegas dan adaptif. “Meningkatnya pengaduan konsumen bukan semata mencerminkan banyaknya pelanggaran, tetapi juga menunjukkan tumbuhnya kesadaran dan keberanian masyarakat untuk menuntut haknya. Ini sinyal positif, sekaligus peringatan bahwa negara harus hadir lebih kuat, lebih modern, dan lebih responsif dalam melindungi konsumen,” ujar Mufti dalam kegiatan Catatan Akhir Tahun 2025, yang digelar di kantor BPKN, Jakarta pada hari Selasa (16/12).

Disampaikan Mufti, selama tahun 2025, BPKN telah menjalankan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan analisis pengaduan, advokasi lapangan pada kasus-kasus prioritas, penyusunan kajian berbasis data, hingga penyampaian rekomendasi kebijakan langsung kepada Presiden RI. Salah satu momentum penting adalah diterimanya program Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Rekomendasi BPKN, yang menandai penguatan posisi rekomendasi BPKN agar dapat diimplementasikan secara terukur oleh kementerian dan lembaga teknis.

“Meski demikian, BPKN menilai masih terdapat tantangan besar, antara lain regulasi yang belum adaptif terhadap ekonomi digital, penegakan hukum yang belum konsisten, meningkatnya transaksi lintas negara, rendahnya literasi konsumen, serta belum terintegrasinya data pengaduan secara nasional,” tandas Mufti.

Dalam CAT 2025, BPKN juga menyampaikan Agenda Strategis 2026, yang mencakup dorongan percepatan pengesahan RUU Perlindungan Konsumen, penguatan kelembagaan BPKN, pembangunan sistem pengaduan nasional terintegrasi berbasis teknologi, pengawasan ketat terhadap praktik digital yang merugikan konsumen, serta kampanye nasional peningkatan literasi konsumen.

Ketua BPKN menegaskan bahwa perlindungan konsumen harus dipandang sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. “Perlindungan konsumen bukan isu pinggiran. Konsumen yang terlindungi akan menciptakan pasar yang sehat, pelaku usaha yang berintegritas, dan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Tahun 2026 harus menjadi momentum lompatan besar untuk memperkuat sistem dan kelembagaan perlindungan konsumen di Indonesia,” tegas Mufti.

Melalui CAT 2025 ini, BPKN berharap seluruh pemangku kepentingan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat memperkuat kolaborasi agar perlindungan konsumen tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Jaksa Cabut Sebagian Besar ...
Luar Negeri
Polisi India Tangkap Para P...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.