Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspada! Indonesia Dikepung Tiga Siklon

📅 Selasa, 16 Des 2025, 14:12 WIB | Oleh:
BMKG: Waspada! Indonesia Dikepung Tiga Siklon Doc: Sekretariat Presiden
Ket. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat melapor kepada Presiden Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Senin (15/12)

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani melapor Presiden Prabowo Subianto, Indonesia dikepung tiga siklon. Tiga siklon tersebut, yaitu Siklon Bakung, bibit Siklon 93S, dan bibit Siklon 95S.

"Saat ini ada tiga siklon yang mengepung Indonesia, Bapak Presiden. Yang pertama Siklon Bakung, yang bermula di barat daya Lampung dan bergerak menjauhi Indonesia," kata Faisal saat melapor dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12).

Faisal menjelaskan, menurut pemantauan BMKG, status siklon naik dari kategori 1 ke kategori 2. Ia mengingatkan, siklon tropis Senyar yang mengakibatkan cuaca ekstrem di wilayah Sumatera hanya tercatat di kategori 1.

BMKG memprediksi, siklon Bakung dapat bergerak mendekati wilayah Indonesia. Sehingga akan terus dipantau selama dua sampai tiga hari mendatang.

Faisal berharap, siklon tersebut tidak masuk ke Indonesia. Sehingga tidak mempengaruhi curah hujan di tanah air yang berujung pada bencana hidrometeorologi.

"Kami akan pantau terus dinamikanya. Harapannya tidak masuk hingga mendekat lagi yang akan mempengaruhi curah hujan," kata dia.

Sementara di Bali, Nusa Tenggara, dan Jawa Timur, terpantau bibit siklon 93S. Adapun di selatan Papua, terpantau terdapat bibit siklon 95S.

Faisal mengatakan, keberadaan bibit siklon dan siklon ini meningkatkan kondisi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi. Kemudian, juga meningkatkan potensi gelombang tinggi di perairan sekitar.

"Kami sudah menyampaikan, bekerja sama dengan BNPB, BPBD, serta Basarnas. Masyarakat tetap tenang, selama kita dapat memantau kondisi dan selalu bersiap untuk curah hujan tinggi dan gelombang tinggi," ucap Faisal.

Ia memastikan, Indonesia tidak sendirian menghadapi kepungan tiga siklon tersebut. Menurutnya, Indonesia telah ditunjuk oleh Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) sebagai "Tropical Cyclone Warning Center".

Indonesia terus berkomunikasi dengan Australia, Jepang, dan India. Komunikasi ditujukan untuk menentukan kondisi siklon tropis Bakung yang sekarang mendekat ke arah Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.