Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Volume Angkutan Barang Logistik PT KAI Capai 63,6 Juta Ton

📅 Sabtu, 13 Des 2025, 22:05 WIB | Oleh:
Volume Angkutan Barang Logistik PT KAI Capai 63,6 Juta Ton  Doc: PT KAI

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kenaikan kinerja angkutan barang selama Januari-November 2025. KAI tercatat mengangkut total 63.639.912 ton muatan barang logistik pada periode yang berjalan tahun ini.

Volume angkutan ini meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya mencapai angka 63.005.334 ton. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut pertumbuhan ini mencerminkan kebutuhan vital bagi masyarakat.

“Kereta api bekerja setiap hari di balik layar kehidupan masyarakat. Setiap perjalanan membawa pasokan penting yang memastikan aktivitas ekonomi dan kebutuhan dasar tetap berjalan,” ujar Anne, Jumat (12/12).

Ia menilai industri sangat membutuhkan moda transportasi yang efisien dan mampu melayani volume besar. Batu bara kini menjadi komoditas angkutan terbesar dengan volume mencapai 52.722.455 ton sampai saat ini.

Jumlah tersebut setara dengan kontribusi sebesar 82,84 persen dari total seluruh angkutan barang milik KAI. Volume komoditas energi ini meningkat empat persen dibandingkan catatan data pada periode sama tahun sebelumnya.

Pasokan batu bara tersebut digunakan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa dan Bali. Distribusi pasokan energi ini menopang sistem kelistrikan yang melayani sekitar 158 juta penduduk di Indonesia.

KAI juga turut mengangkut berbagai komoditas strategis lainnya seperti semen dan klinker setiap harinya. KAI mendistribusikan peti kemas barang konsumsi serta bahan bakar minyak bagi sektor transportasi dan industri.

Executive Vice President (EVP)  Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, memberikan keterangan tambahan terkait kinerja. Raden Agus menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasi angkutan barang yang terukur dan aman.

“Ketika distribusi berjalan lancar, masyarakat merasakan dampaknya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Raden Agus Dwinanto Budiadji. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.