Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

‘Para Perasuk’ Wakili Indonesia di Ajang Film Sundance Festival 2026

📅 Sabtu, 13 Des 2025, 22:10 WIB | Oleh:
‘Para Perasuk’ Wakili Indonesia di Ajang Film Sundance Festival 2026 Doc: POPLICIST    

JAKARTA - Film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja resmi mewakili Indonesia dalam ajang Sundance Film Festival 2026. Karya tersebut diumumkan akan menjalani penayangan perdana dunia serta berkompetisi di kategori ‘World Cinema Dramatic Competition’.

“Kami selalu percaya bahwa cerita Indonesia punya ruang besar untuk berdiri sejajar di panggung dunia. Setelah proses yang panjang, kami bangga mengumumkan bahwa Para Perasuk terpilih sebagai satu dari hanya sepuluh film internasional yang berkompetisi di ‘World Cinema Dramatic Competition Sundance’ 2026,” ujar produser film Para Perasuk, Iman Usman, di Jakarta, Kamis (11/12) lalu.

Isman menyebut, film tersebut terpilih masuk salah satu program kompetisi paling prestisius di Sundance Film Festival. Section ini hanya menampilkan sepuluh film internasional terpilih dari ribuan kandidat.

Penulis sekaligus sutradara Wregas Bhanuteja mengatakan film Para Perasuk ingin menampilkan tradisi kerasukan sebagai ruang kebahagiaan masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pendekatan tersebut dihadirkan untuk melepaskan beban psikologis keseharian melalui sudut pandang humanis yang dekat dengan pengalaman sosial kolektif.

Setelah Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti, film ini menjadi karya panjang ketiga Wregas bergenre drama supranatural. Cerita memadukan unsur fantasi, psikologis, serta lintas seni dengan skenario ditulis bersama Alicia Angelina dan Defi Mahendra.

“Film ini saya buat dengan maksud untuk membalikkan perspektif dimana biasanya kerasukan dipakai untuk menakut-nakuti. Film ini dihadirkan dengan humanis dan memperlihatkan sisi kemanusiaan dari orang-orang yang terlibat dalam pesta kerasukan,” ucap dia.

Ia menjelaskan, latar cerita film bersifat fiktif meski tradisi kerasukan nyata dijumpai luas di berbagai daerah bahkan dunia. Menurutnya kondisi tersebut membuat kisah Para Perasuk relevan universal serta dapat dinikmati penonton manapun dari berbagai latar.

Para Perasuk mengikuti kisah Bayu, pemuda desa Latas yang bercita-cita menjadi perasuk andal. Tradisi pesta kerasukan di desa tersebut menjadi ritual turun-temurun sekaligus hiburan masyarakat pinggiran kota kecil.

Konflik muncul ketika mata air suci desa terancam, mendorong Bayu memimpin pesta penggalangan dana besar. Perjalanan tersebut membuatnya menyadari ambisi pribadi tidak cukup menyelamatkan desa dan jati dirinya sendiri.

“Di film ini, saya dituntut untuk menampilkan sisi yang sebelumnya belum pernah saya eksplorasi. Berkolaborasi bersama jajaran pemeran lain yang juga memberikan dedikasi mereka untuk menampilkan yang terbaik,” ujar pemeran utama Para Perasuk yang memerankan karakter Bayu, Angga Yunanda.

Angga mengatakan, bekerja sama kembali dengan Wregas memerankan Bayu di film Para Perasuk membuka perjalanan baru eksplorasi keaktoran. Menurutnya, kolaborasi bersama jajaran pemeran berdedikasi menampilkan terbaik film ini menjadi pengalaman berharga bermakna bagi proses kreatif.

Sebelum Sundance, Para Perasuk juga meraih CJ ENM Award di Asian Project Market BIFF 2024. Film ini kembali menegaskan rekam jejak Wregas setelah film pendeknya yang juga berkompetisi di Sundance pada tahun 2020. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.