KemenPPPA akan Fokuskan ‘Trauma Healing’ Korban Bencana di Sumatra
📅 Sabtu, 13 Des 2025, 22:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Namira Kaguma
JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyebut trauma healing menjadi fokus kementeriannya dalam penanganan bencana Sumatra. Program ini ditujukan bagi anak-anak, perempuan, dan keluarga di posko-posko pengungsian.
“Sejak bencana terjadi, kami bergantian melakukan trauma healing untuk keluarga yang ada di lokasi, tentunya secara berkelanjutan,” ujar Arifah saat pelepasan bantuan sosial banjir Sumatra oleh KemenPPPA melalui kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Dermaga Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu (13/12).
Ia menambahkan pendampingan tidak berhenti dalam beberapa hari, melainkan terus menerus hingga masyarakat yang membutuhkan merasa cukup dan aman.
Arifah menambahkan perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan fisik maupun seksual juga menjadi perhatian khusus. Ia mendorong pengungsian berbasis keluarga dan fasilitas, seperti toilet, disediakan terpisah untuk laki-laki dan perempuan agar aman dan nyaman.
Menteri Arifah juga berharap sinergi lintas lembaga dan kementerian terus berjalan efektif. Hal ini dimaksudkan agar layanan terbaik dapat diberikan kepada seluruh keluarga terdampak bencana pada tiga provinsi di Sumatra.
Sementara itu, Direktur Jenderal PSDKP KKP, Pung Nugroho Saksono, mengatakan total bantuan yang diterima KKP mencapai 159 ton. Bantuan itu terdiri dari bahan makanan, beras, pakaian, dan kebutuhan spesifik lain yang dikumpulkan selama seminggu terakhir.
“Minggu lalu sudah terkumpul 108 ton, hari ini kami dapat tambahan 50 ton lebih. Rencana besok pagi kapal akan segera bergerak ke lokasi terdampak,” ujar dia.
Ia menegaskan setelah pendistribusian ini, fokus KKP kembali ke operasi pengawasan laut. Menurut dia, langkah ini bertujuan agar pembagian tugas antar kementerian merata.
“Agar nanti yang lain kebagian, jangan KKP semua. Supaya KKP kemudian bisa melakukan upaya kemanusiaan di lapangan,” kata Pung. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!