Wamenekraf Dorong Revolusi Teknologi untuk Buka Pintu Kerja Generasi Muda
Jumat, 12 Des 2025, 21:45 WIBJAKARTA â Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa inovasi teknologi lokal memiliki peran strategis dalam ekosistem ketenagakerjaan Indonesia.
Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Temu Sejahtera Visiutama (TEMU) sebuah social enterprise yang fokus pada peningkatan akses kerja bagi lulusan vokasi.
"Model seperti TEMU menunjukkan bagaimana kreativitas, data, dan teknologi dapat menjadi the new engine of growth. Kementerian Ekraf siap memperkuat pemanfaatan HaKI (Hak Kekayaan Intelektual) sesuai Peraturan Kementerian Ekraf Nomor 6 Tahun 2025 agar inovasi karya anak bangsa memiliki nilai ekonomi yang lebih berkelanjutan, sekaligus mendukung ekosistem rekrutmen yang inklusif, efektif, dan berbasis kompetensi," kata Irene dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (12/12).
Wamen Ekraf Irene juga menambahkan bahwa standardisasi data, kompetensi, dan proses pencocokan kerja merupakan fondasi penting agar inovasi seperti TEMU benar-benar mampu menjawab kebutuhan industri, memperkecil mismatch, serta memperkuat kualitas talenta vokasi Indonesia.
Kolaborasi lintas sektor juga dibahas untuk mempercepat lahirnya talenta muda yang siap berkontribusi pada pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
TEMU merupakan perusahaan rintisan berbasis dampak yang sejak 2016 mengembangkan solusi rekrutmen terstandarisasi. Platform ini menawarkan CV digital, candidate scoring, game-based onboarding, hingga pemetaan job fair berbasis data.
Seluruh inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri terhadap talenta muda yang siap kerja, mempercepat proses pencocokan kandidatâperusahaan, serta membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan vokasi untuk terhubung dengan ekosistem industri, termasuk sektor ekonomi kreatif.
CEO & Founder TEMU, Maral Dipodiputro menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan dua peluang kolaborasi utama, yaitu integrasi platform TEMU dengan ekosistem ekonomi kreatif untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja 17 subsektor secara lebih terukur, serta penguatan keberlanjutan bisnis melalui pemanfaatan data dan monetisasi aset digital lintas industri.
âKami mengapresiasi optimisme dan keterbukaan Ibu Irene, dan berharap langkah kolaboratif ini dapat segera diimplementasikan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan vokasi,â ujar Maral.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf akan melakukan pemetaan teknis bersama TEMU untuk mengidentifikasi kebutuhan dan mekanisme kolaborasi yang dapat mendukung peningkatan kapasitas talenta muda serta penguatan ekosistem kerja sektor ekonomi kreatif.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mempercepat transformasi digital dan memperluas peluang kerja bagi generasi vokasi Indonesia.
- ekraf
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pengunjung IKN Capai 62.500 Orang pada H+2 Idul Fitri
-
Resmikan Gereja HKI Tanjung Priok, Gubernur Pramono Tegas Soal Rumah Ibadah: "Kalau Syarat Lengkap, Tidak Boleh Ada yang Dipersulit!"
-
Antisipasi Nataru, Pertamina Tambah Pasokan BBM dan LPG di Sumatra Utara
-
IPB: Pengelolaan Berkelanjutan Minimalkan Risiko di Perkebunan Sawit
-
Lewat Museum SBY*ANI, SBY Dorong Generasi Strategis Pelajari Transformasi Ekonomi Indonesia
-
Kemensos: Rp500 Triliun Dana Subsidi dan Bansos Belum Sepenuhnya Tepat Sasaran
-
Maluku Perketat Standar Ekspor Udang ke Tirai Bambu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.