Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wagub Jatim Tinjau Balai Warga Ketandan, Fasilitas Adaptif Panas Ekstrem Kolaborasi DAIKIN–Kyoto University

📅 Jumat, 12 Des 2025, 13:58 WIB | Oleh:
Wagub Jatim Tinjau Balai Warga Ketandan, Fasilitas Adaptif Panas Ekstrem Kolaborasi DAIKIN–Kyoto University Doc: Daikin
Ket. (Dari kanan ke kiri) Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia dan PT Daikin Industries Indonesia Budi Mulia (dengan jas dan dasi), Konsulat Jenderal Jepang Takonai Susumu (dengan batik hitam), dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kemeja putih) usai peresmian renovasi Balai Warga RW 04 Kampung Ketandan, Surabaya.

Dengan suhu harian yang kerap menembus 34–36°C di musim kemarau dan sensasi panas yang lebih menyengat akibat kelembaban tinggi, Surabaya menjadi salah satu kota yang paling rentan terhadap dampak panas ekstrem. Minimnya fasilitas publik dengan fitur mitigasi panas turut memperkuat urgensi kehadiran ruang komunal yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim di Surabaya.

Menanggapi tantangan tersebut, PT Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN) meresmikan pembukaan kembali Balai Warga RW 04 Kampung Ketandan, Surabaya (10/12) setelah melakukan proses renovasi berbasis riset. Renovasi balai warga ini merupakan hasil kolaborasi antara DAIKIN, Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University Jepang, dan Operations for Habitat Studies (OHS) untuk menciptakan contoh ruang publik yang mampu memperkuat ketahanan warga terhadap cuaca panas ekstrem.

Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia dan PT Daikin Industries Indonesia Budi Mulia menjelaskan bahwa melalui renovasi Balai Warga RW 04 Ketandan ini, DAIKIN berupaya mengembangkan teknik pendinginan yang lebih sesuai dengan karakter bangunan dan pola penggunaan AC di Asia Tenggara. “Inisiatif ini kami wujudkan melalui balai warga yang dirancang sebagai ruang aman menghadapi panas ekstrem sekaligus contoh nyata bagaimana desain publik dapat membantu masyarakat beradaptasi terhadap perubahan iklim,” ujar Budi.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang hadir bersama Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu dalam peresmian ini, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi lintas lembaga tersebut. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya relevan untuk menjawab tantangan iklim di Surabaya, tetapi juga membuka ruang baru bagi warga Ketandan untuk berkegiatan, mulai dari seni hingga pengembangan produk UMKM lokal.

Emil juga menyoroti salah satu fitur baru hasil renovasi, yakni sistem prabayar penggunaan AC melalui aplikasi khusus. Melalui aplikasi ini, warga dapat memilih durasi pemakaian AC dan melakukan pembayaran secara mandiri, di mana dana yang terkumpul akan masuk pada kas RW untuk menutup biaya listrik dan perawatan rutin. “Model ini bukan sekadar inovasi teknis, tetapi mencerminkan semangat gotong-royong. Warga bisa menikmati kenyamanan ruangan sekaligus turut menjaga keberlanjutan operasional balai warga,” ujarnya.

Renovasi dilakukan dengan menggabungkan teknologi pendinginan pasif dan aktif. Pendinginan pasif diterapkan melalui penempatan ventilasi dan peninggian atap untuk mengalirkan udara sejuk sekaligus mendorong udara panas ke bagian atas bangunan, yang kemudian diperkuat dengan exhaust untuk membantu pembuangan udara panas. “Sirkulasi udara yang lebih baik ini bertujuan menjaga kenyamanan ruang meski tanpa bantuan teknologi pendinginan,” tambah Budi.

Sementara itu, pendinginan aktif diwujudkan melalui pemasangan AC DAIKIN pada dua ruang balai warga, yang masing-masing mampu menampung empat hingga delapan orang. Kedua ruangan ini juga dapat digabungkan untuk kegiatan yang membutuhkan area lebih luas. DAIKIN merancang ruangan tersebut sebagai bagian dari riset penggunaan energi, dengan perbandingan langsung antara AC inverter dan non-inverter melalui pengoperasian bergantian dalam periode tertentu.

Sejalan dengan semangat DAIKIN dalam menghadirkan solusi tata udara yang berkelanjutan bagi masyarakat, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap Balai Warga RW 04 Ketandan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan ruang publik yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. “Kami berharap balai warga ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak komunitas di daerah lain,” ujar Emil. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Limbah Galon Dimanfaatkan u...

Siswa di Kendari Jalani Pembelajaran Jarak Jauh

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Siswa di Kendari Jalani Pem...
Nasional
Pemulihan Fasilitas Pendidi...
Nasional
Pemerintah Masifkan Penanga...
Luar Negeri
Trump Tuding Zelenskyy Tak ...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.