Kolaborasi GIZ-Pertamina: Langkah Nyata Tingkatkan Komitmen Keberlanjutan

Kamis, 11 Des 2025, 16:31 WIB

JAKARTA - Pertamina dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, sebuah entitas milik pemerintah Federal Jerman yang berfokus pada kerja sama internasional, telah resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) 2025 pada Senin, 8 Desember 2025, bertempat di Gedung Pertamina Club, Jakarta Selatan. Penandatanganan MoU oleh Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini, dan Direktur Negara GIZ Indonesia & ASEAN, Hans-Ludwig Bruns, serta disaksikan oleh Direktur Program Energi GIZ Indonesia & ASEAN, Elisabeth Tinschert. Kerja sama yang terjalin ini merupakan bagian dari kerangka kerja sama bilateral antar pemerintah Indonesia dan Republik Federal Jerman.

Kolaborasi ini merupakan inisiasi dan bentuk sinergi antara Fungsi Grant Management - Investor Relations dan para project owner di Pertamina grup, bersama dengan grant provider dan pemangku kepentingan lainnya yang relevan termasuk Pemerintah Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan melalui skema G2G, yang kiranya dapat memberikan dukungan hibah kepada Pertamina sejalan dengan inisiasi keberlanjutan dan transisi energi di Pertamina Group. Penandatanganan MoU tersebut menandai kelanjutan sinergi antara Pertamina dan GIZ yang dimana pada tahun 2024, bersama Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, untuk mendukung program Penerapan Konservasi Energi dan Pemanfaatan Energi Terbarukan pada Bandar Udara Pondok Cabe.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Inisiatif kolaborasi ini mencakup program dekarbonisasi dan efisiensi energi, pembangunan infrastruktur hijau berkelanjutan, program transisi energi, termasuk pendampingan terkait pembiayaan berkelanjutan dari institusi internasional, perlindungan iklim dan lingkungan, ekonomi hijau, serta program keberlanjutan terkait SDGs (Sustainable Development Goals).  Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini, menyampaikan apresiasi kepada GIZ atas sinergi dan kolaborasi strategis yang telah terjalin selama ini, dalam upaya bersama untuk memajukan program keberlanjutan yang berfokus pada transisi energi dan penguatan pembangunan sosial Pertamina.

"Dukungan yang kami harapkan dapat diterima dari kerja sama ini dapat dibagi kedalam dua aspek, yaitu program yang berkaitan dengan dekarbonisasi dan bisnis rendah karbon. Tantangan kami di Pertamina adalah bagaimana mengoptimalkan sumber daya dalam negeri dan sekaligus mengurangi emisi karbon. Misi Pertamina, di mana untuk memastikan pasokan energi kita, merupakan prioritas utama, tetapi kita juga harus mampu mengurangi emisi karbon kita. Hal ini merupakan mandat yang diberikan oleh pemerintah ke pada Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional untuk mengoptimalkan potensi sumber daya Indonesia dalam rangka melaksanakan misi-misi ini,” ujar Emma.

Pertamina juga menilai GIZ memiliki akses luas terhadap sumber-sumber pendanaan internasional. Kolaborasi ini diharapkan membuka jalan bagi Pertamina untuk menuju pembiayaan hijau serta berbagai skema pendanaan dengan fitur fasilitas pengurangan risiko yang dibutuhkan oleh proyek-proyek hijau yang belum sepenuhnya layak secara komersial. 

“Pertamina memiliki banyak sekali inisiatif dan aspirasi yang dapat diaktualisasikan di bawah kerja sama ini. Dengan adanya MoU ini, Pertamina dan GIZ optimis dapat memperkuat ekosistem transisi energi nasional sekaligus mendorong terciptanya model bisnis baru berbasis rendah karbon yang berdaya saing tinggi secara global,” tambah Emma. 

Country Director GIZ for Indonesia ASEAN, Hans-Ludwig Bruns, menyambut baik kolaborasi dengan Pertamina dimana memiliki visi  yang sama terkait transisi energi dan energi hijau. Sebelumnya GIZ juga sudah bekerja sama dengan beberapa anak perusahaan Pertamina di sektor kesehatan dan energi.

”Kami menyambut positif inisiatif dari PERTAMINA untuk menjalin kerjasama dalam proyek – proyek berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk mendukung studi teknis, pengembangan kapasitas, dan fasilitasi teknologi yang diperlukan guna membantu menjadikan Pertamina Group sebagai pionir transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.” ujar Hans-Ludwig-Bruns.

Pertamina terus berkomitmen untuk mempercepat transisi energi, mengimplementasikan program-program keberlanjutan dalam rangka mendukung pencapaian target Net Zero Emissions pemerintah Indonesia pada tahun 2060. Perusahaan menyadari pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan lembaga internasional seperti GIZ, untuk mengatasi tantangan dan memastikan implementasi inisiatif yang tepat waktu dan efektif. 

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengapresiasi proyek pengembangan di sektor efisiensi energi dan infrastruktur hijau serta transisi energi sebagai bentuk upaya keberlanjutan di Pertamina.

”Pertamina, bersama dengan seluruh SubHolding dan anak perusahaannya, turut berperan aktif dalam menjalankan inisiatif-inisiatif yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).” ujar Baron.

Dia mengatakan, upaya tersebut juga sejalan dengan penerapan environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. 

Tentang Pertamina

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi  https://www.danantaraindonesia.co.id/. 

Tentang GIZ

Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH adalah badan usaha milik negara dengan operasi di seluruh dunia. Kami mendukung Pemerintah Jerman dalam bidang kerja sama internasional untuk pembangunan berkelanjutan. Kami juga terlibat dalam kegiatan pendidikan internasional di seluruh dunia. Melalui pekerjaan kami, kami membantu orang dan masyarakat dalam membentuk masa depan mereka sendiri dan meningkatkan kondisi hidup.

GIZ telah beroperasi di Indonesia sejak 1975 dan di ASEAN sejak 2009. GIZ Indonesia & ASEAN berfokus pada bidang kerja sama ASEAN, Transisi Energi, Perlindungan Iklim dan Lingkungan, Pengembangan Daerah Perkotaan, serta mendukung topik prioritas kerja sama Indonesia-Jerman.

  • Nota Kesepahaman (MoU)

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.