Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa NTB Sepekan ke Depan

📅 Kamis, 11 Des 2025, 07:30 WIB | Oleh:
BMKG:  Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa NTB Sepekan ke Depan Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi banjir melanda NTB akibat hujan deras.

MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis informasi terkait potensi cuaca ekstrem yang ditandai dengan peningkatan curah hujan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dari tanggal 11 sampai 16 Desember 2025.

"Analisis dinamika atmosfer menunjukkan ada sejumlah gangguan signifikan yang memicu cuaca ekstrem," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Satria Topan Primadi di Mataram, Kamis (11/12).

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, aktivitas gelombang Equatorial Rossby dan gelombang Kelvin terdeteksi sedang aktif melintas di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kedua gelombang atmosfer itu dapat meningkatkan pembentukan awan hujan dan memicu cuaca ekstrem.

BMKG juga melaporkan ada zona pertemuan angin atau konvergensi di atas Nusa Tenggara Barat dan pola angin siklonik di wilayah selatan provinsi tersebut. Kondisi itu memperkuat proses pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Faktor lain gangguan atmosfer adalah kelembapan udara di berbagai level ketinggian yang terpantau basah, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.

Satria mengungkapkan liabilitas atmosfer yang kuat saat ini memungkinkan terjadinya perkembangan awan comulonimbus secara cepat dalam skala lokal.

Menurutnya, keempat faktor gangguan atmosfer tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan comulonimbus di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat.

"Kondisi itu berpeluang memicu hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang," ujarnya.

Selain peningkatan curah hujan, BMKG melaporkan ada potensi gelombang tinggi mencapai 1,25 meter sampai 2,5 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan perairan Samudera Hindia bagian selatan wilayah Nusa Tenggara Barat.

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan bencana diimbau agar terus waspada dan siaga terutama saat terjadi hujan lebat untuk mengantisipasi dampak, seperti banjir, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, sambaran petir, dan pohon tumbang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.