Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Sita 300 Kubik Kayu Hasil Pembalakan Liar di Indragiri Hulu, Riau

📅 Rabu, 10 Des 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Polisi Sita 300 Kubik Kayu Hasil Pembalakan Liar di Indragiri Hulu, Riau Doc: antara foto
Ket. Kayu hasil pembalakan liar di Indragiri Hulu, Riau.

PEKANBARU - Kepolisian dari tiga kabupaten di Provinsi Riau mengungkap dan menyita lebih kurang 300 kubik tumpukan besar kayu hasil pembalakan liar di perbatasan Indragiri Hulu.

Kepala Kepolisian Resor Indragiri Hulu, AKBP Fahrian S. Siregar, mengatakan, sitaan ini berawal dari pandangan mata tak terduga Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol Jossy Kusumo. Pada 21 November 2925 dia melintas menggunakan helikopter di atas wilayah Indragiri Hulu dan melihat tumpukan kayu olahan yang tersusun rapi di tepi kanal itu.

"Anggota Reskrim harus membuat rintisan jalan kaki selama berjam-jam melewati semak belukar dan hutan lebat, hingga terpaksa berbalik arah di tengah malam karena minimnya penerangan dan demi keselamatan personel," kata dia, dalam keterangannya diterima di Pekanbaru, Rabu (10/12).

Setelah berbagai koordinasi, Kepala Satuan Reskrim Polres Inhu, AKP Arthur Joshua Toreh, dan Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Budi Winarko, pada 4 Desember 2025, berangkat menggunakan sepuluh unit pompong menyusuri aliran Sungai Kanan Gaung yang sempit dan dipenuhi rintangan kayu tumbang serta tanaman air.

"Sore hari, tim sempat menemukan empat rakit kayu olahan, namun terus bergerak menuju titik koordinat utama," ucap Siregar.

Tim gabungan yang sudah bertahan selama 36 jam dengan pasokan terbatas akhirnya menemukan sasaran utama. Terlihat tumpukan kayu olahan broti dan papan yang membentang di sepanjang pinggiran kanal.

"Pelaku tidak ditemukan, tetapi barang bukti 300 kubik kayu telah diamankan. Karena hari sudah gelap dan tim kehabisan makanan, mereka terpaksa beristirahat beratapkan langit di lokasi penemuan, bertahan hanya dengan sisa tenaga," kata dia.

Keesokan harinya, tim melakukan dokumentasi, perhitungan kubikasi, dan pemasangan garis polisi sebelum memulai perjalanan kembali yang juga diwarnai insiden kerusakan empat unit pompong akibat benturan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.