Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Natal dan Tahun Baru 2026, Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Bentuk Satgas BBM

📅 Rabu, 10 Des 2025, 07:33 WIB | Oleh:
Hadapi Natal dan Tahun Baru 2026, Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Bentuk Satgas BBM Doc: antara foto
Ket. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga JBT Fanda Chrismianto, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/12).

SEMARANG - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah membentuk dan menyiagakan Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 lebih awal dibandingkan periode sebelumnya.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga JBT Fanda Chrismianto, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/12), menjelaskan bahwa Satgas Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mulai beroperasi pada 13 November 2025-11 Januari 2026.

"Kalau sebelumnya, pelaksanaan satgas itu kurang lebih di pertengahan Desember sampai dengan akhir minggu pertama Januari 2026," katanya.

Hal tersebut disampaikannya saat konferensi pers terkait kesiapan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dari PT Pertamina Patra Niaga JBT.

"Ini memang kami lakukan agar persiapan dari sisi internal Pertamina sebelum puncak periode satgas itu bisa diantisipasi dengan baik. Artinya, penyiapan dari sisi sarana penerimaan, sarana penimbunan, juga sarana pendistribusian," katanya.

Menurut dia, pihaknya baru saja melakukan pengecekan di Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Pengapon, Semarang, yang menunjukkan sudah dalam kondisi siap untuk menyambut puncak periode Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Ia memprediksi ada peningkatan permintaan untuk produk gasoline atau bensin, seperti Pertamax series dan Pertalite kurang lebih 5,6 persen untuk periode 15 Desember 2025-7Januari 2026.

Namun, kata dia, kondisinya berbalik untuk produk gasoil atau jenis solar, termasuk Dexlite, Pertamax Dex yang diprediksi terjadi penurunan kurang lebih 4,7 persen.

"Ini sejalan dengan kebijakan dari pemerintah untuk membatasi pergerakan kendaraan logistik yang bukan mengangkut bahan pokok utama," katanya.

Di saat yang bersamaan, kata dia, sektor industri juga cenderung menurun karena mereka sudah menggenjot produksi di periode-periode sebelum akhir tahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Jateng Agus Sugiharto mengatakan bahwa pemerintah tidak hanya mempersiapkan dari satu organisasi perangkat daerah (OPD).

"Dari Pemerintah Provinsi Jateng enggak hanya Dinas ESDM, tapi semua OPD diminta Pak Gubernur 'stand by'. Kami punya posko, biasanya di Wisma Perdamaian," katanya.

Posko tersebut akan dikoordinasikan oleh seluruh jajaran OPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), misalnya terkait Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk memantau kenaikan harga komoditas.

"Jadi, kami memberikan laporan setiap sore kepada Pak Gubernur dalam waktu hari itu dan juga terus di-'update', mulai dari kondisi kemacetan, kenaikan harga bahan pokok, penyediaan energi, baik BBM, listrik dan sebagainya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Sekjen Desak Pengaturan “...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.