Banten Mendorong Pembentukan Karakter Anak Melalui Pendidikan Inklusif

Rabu, 10 Des 2025, 01:12 WIB

TANGERANG – Pembentukan karakter anak harus dimulai sejak dini, seperti PAUD. Bunda PAUD Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mendorong pentingnya pendidikan inklusif sebagai pijakan awal pembentukan karakter anak agar mampu menerima perbedaan sejak usia dini. Menurut dia, sekolah yang ramah anak dan ramah keluarga harus memastikan layanan pendidikan layak bagi anak berkebutuhan khusus.

Tinawati dalam keterangannya di Serang, Selasa menilai penerimaan terhadap keberagaman menjadi keterampilan hidup yang dibangun melalui interaksi sejak di bangku PAUD. “Pembentukan karakter sejak dini menjadi bagian utama dari pelaksanaan sekolah inklusif. Anak-anak dibiasakan untuk menerima perbedaan karakter antarindividu,” ujarnya.

Ket. Foto: pendidikan karakter sejak dini — Sumber: ist

Tinawati sempat mengunjungi TK Zata Amani Islamic School (ZAIS) di Kabupaten Serang. “Terharu dan bangga, karena TK ZAIS sudah melaksanakan sekolah inklusif. Anak-anak istimewa bisa mendapatkan pendidikan layak,” kata dia.

Tinawati menyebut Pemprov Banten akan memperluas penerapan sekolah inklusif di berbagai wilayah. “Mudah-mudahan ini bisa terus kita kembangkan di Provinsi Banten. Kita giatkan sekolah inklusif yang ramah anak, ramah keluarga,” lanjutnya.

Selain meninjau proses belajar, Tinawati menyerahkan paket dukungan pencegahan stunting sebagai bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Ia juga berdialog dengan ibu hamil dan menyusui mengenai kebutuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang.

“Insya Allah kegiatan ini terutama Genting akan terus kami lakukan. Bagaimanapun pendidikan anak usia dini terkait dengan kesehatan dan gizi anak,” katanya. Kepala TK ZAIS, Dyah Sari Endah Nursasongko, menjelaskan sekolah yang berdiri sejak 2004 itu saat ini melayani 99 siswa dengan dukungan 15 guru, termasuk pendidik berlatar pendidikan khusus untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus.

“Anak-anak istimewa belajar bersama dengan teman-teman seusianya di dalam kelas,” ujarnya. Ia menyebut seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama dalam kegiatan belajar dan pengembangan minat, termasuk berbagai ekstrakurikuler dan ajang kompetisi.

“Setiap anak memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing. Semua diberikan kesempatan yang sama sesuai minat dan bakatnya,” kata Dyah. Penerapan pendidikan inklusif, tambahnya, menjadi komitmen sekolah untuk memastikan setiap anak dihargai, diterima dan berkembang bersama.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.