Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Ambon Bagikan 14 Ribu Bibit Cabai kepada 10 Kelompok Tani

📅 Selasa, 09 Des 2025, 08:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Ambon Bagikan 14 Ribu Bibit Cabai kepada 10 Kelompok Tani Doc: ANTARA
Ket. Anakan cabai yang disiapkan pemkot untuk masyarakat petani, di Ambon. 

AMBON –Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menyerahkan bantuan 14 ribu bibit cabai pada 10 kelompok tani di lima kecamatan sebagai upaya mendukung peningkatan produksi hortikultura sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Bantuan yang diberikan berupa bibit cabai, pupuk, dan alat pertanian kepada kelompok tani di Kota Ambon untuk memberikan rangsangan agar mereka terus giat dan terbantu dalam proses produksi,” kata Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Senin (08/12). 

Ia menegaskan bantuan tersebut bukan sekadar pembagian bibit, tetapi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Ambon untuk meningkatkan produktivitas pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan luar daerah.

“Harapan kami, masyarakat tidak hanya menerima bantuan tetapi mampu merawat dan memanfaatkan bibit ini sehingga hasil panen dapat membantu kebutuhan keluarga dan menekan harga cabai di pasar,” ujarnya. 

Kepala bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Ambon, Edward Dumatubun, menambahkan, total anakan cabai yang diserahkan berjumlah sebanyak 14 ribu bibit.

Selain itu, bantuan lainnya diberikan kepada 10 kelompok tani berupa pupuk jenis nitrogen, fosfor dan kalium (NPK) dan kebutuhan pendukung lainnya.

“Ini diserahkan ke kelompok tani dari 10 kelompok itu yang mewakili lima kecamatan. Sementara anakan itu diberikan kepada masyarakat umum yang mengajukan permohonan secara resmi melalui surat ke Dinas Pertanian,” jelasnya.

Ia menegaskan, fokus bantuan bibit kali ini hanya pada komoditas cabai mengingat komoditas tersebut tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Kota Ambon dalam beberapa bulan terakhir.

“Untuk anakan itu hanya cabai saja karena inflasi di Kota Ambon paling tinggi berasal dari cabai. Dengan bantuan ini, masyarakat diharapkan bisa memanen sendiri di rumah,” ucapnya.

Program bantuan ini diharapkan dapat mendukung kemandirian pangan rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan produksi pertanian skala lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.