Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film Radio untuk Menghilangkan Diskriminasi Kaum Disabilitas

📅 Selasa, 09 Des 2025, 03:14 WIB | Oleh:
Film Radio untuk Menghilangkan Diskriminasi Kaum Disabilitas Doc: ist
Ket. film radio

JAKARTA – Program film radio dihadirkan untuk memberikan fasilitas siaran radio kepada kelompok disabilitas dalam bentuk film radio. Direktur Program dan Produksi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Mistam, mengatakan langkah ini untuk melawan diskriminasi dan membangun kesetaraan bagi semua kelompok masyarakat.

“Peran Film Radio sebagai komitmen mengawal program-program tentang perlawanan diskriminasi. Kita harus menyetarakannya,” kata Mistam dalam sambutannya di Auditorium RRI di Jakarta, Senin. Tahun ini, program film radio kolaborasi antara lembaga penyiaran RRI dan KPI diselenggarakan dengan tema “Penyiaran dan Sinema Inklusif Sebagai Produk Ekonomi Kreatif Publik.” Mistam mengatakan program ini tidak hanya diselenggarakan secara nasional namun juga akan diselenggarakan secara lokal dan regional melalui jaringan PRO 1.

Sementara itu, Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, mengapresiasi program kolaborasi yang sudah berjalan selama dua tahun ini untuk memberikan fasilitas kepada kelompok disabilitas untuk memenuhi informasi sebagai kebutuhan dasar setiap warga Indonesia tanpa terkecuali. “Kita menginginkan informasi tidak hanya merata tapi juga inklusif, tidak hanya menyentuh mata dan telinga pemirsa di pelosok negeri tapi juga dinikmati, dimengerti, dan dipahami kelompok rentan dan kelompok disabilitas,” kata Ubaidillah.

Ubaidillah juga mengatakan KPI secara berkelanjutan mengupayakan setiap lembaga penyiaran menyediakan juru bahasa isyarat untuk tayangan layar kaca, seperti berita atau penganugerahan agar kelompok disabilitas bisa ikut menikmati apa yang disiarkan oleh lembaga penyiaran televisi dan radio. RRI sebagai media penyiaran tidak hanya sebagai penyampai informasi tapi juga wadah inovasi penggunaan audio description sehingga film lebih memungkinkan untuk diakses semua lapisan masyarakat.

Komisioner Bidang Kelembagaan KPI Pusat Amin Shabana mengatakan KPI juga mendorong para sineas untuk mengembangkan film yang dibuat dengan tambahan versi deskripsi audio sebagai wahana baru agar film buatan insan perfilman juga bisa diakses oleh kelompok disabilitas.

“Apa yang kita lakukan sampai kini, mencoba membangun ekosistem Film Radio menjadi lebih luas. Kita sudah melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan menyampaikan hal ini secara langsung, kemudian juga menyampaikan ke Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Polkam dan pihak-pihak lain yang juga ada di dalam isu disabilitas misalnya dari Koalisi Nasional Disabilitas dan beberapa teman-teman kreatif lainnya,” kata Amin.

Amin mengatakan perlu disiapkan regulasi yang perlu dipikirkan bersama dengan kementerian Ekonomi Kreatif maupun Kementerian Kebudayaan agar aturan pemenuhan hak atas informasi dan hiburan yang dibutuhkan kelompok disabilitas bisa berkelanjutan melalui semua medium film dan penyiaran.

Dalam acara ini dilakukan pemutaran dua film pendek dengan judul “Sorai Inklusi dalam Seuntai Seni” karya Jogja Disability Art dan “Takutan Besunat” yang merupakan karya fiksi dari Banjarmasin disajikan dengan menyertakan audio description atau deskripsi audio, sebuah narasi yang memberi gambaran atau menjelaskan elemen visual utama dalam video, film, atau multimedia untuk membantu penonton dengan disabilitas netra atau gangguan penglihatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

42 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.