Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Embung Lapangan Merah Resmi Dibuka: Diklaim Mampu Pangkas Risiko Banjir Jagakarsa hingga 50 Persen

📅 Selasa, 09 Des 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Embung Lapangan Merah Resmi Dibuka: Diklaim Mampu Pangkas Risiko Banjir Jagakarsa hingga 50 Persen Doc: Pemprov DKI Jakarta

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Lapangan Merah di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/12), sebagai infrastruktur pengendali banjir yang kini hadir dengan desain lebih tertata, nyaman, dan multifungsi. Peresmian ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas ruang terbuka publik sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap genangan.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa embung tidak hanya dibangun sebagai solusi banjir, tetapi juga membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan agar manfaatnya terasa luas. Ia menyebut lokasi embung sangat strategis karena berada di perbatasan Jakarta dan Depok, sehingga perannya menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana kawasan.

"Hari ini kita menjadi saksi bahwa Embung Lapangan Merah resmi dapat dimanfaatkan dan digunakan. Saya berharap kita tidak hanya mampu membangun, tetapi juga merawatnya dengan baik. Tempat ini sangat strategis, berbatasan dengan Universitas Indonesia dan Kota Depok, sehingga perannya luar biasa," ujar Pramono.

Ia menjelaskan bahwa embung dirancang untuk mengurangi potensi banjir di Jagakarsa serta sebagian area Depok dengan efektivitas yang mencapai 35 hingga 50 persen. Dengan catchment area seluas 87 hektare, embung ini diproyeksikan memberi dampak signifikan terhadap daerah rawan banjir di sekitarnya.

Di masa sebelumnya, tiga RW yakni RW 15, RW 16, dan RW 18, menjadi kawasan yang kerap terdampak banjir. Pemerintah berharap keberadaan embung dapat mengurangi genangan yang selama ini terjadi, terutama saat curah hujan tinggi.

Gubernur Pramono juga menegaskan bahwa pembangunan embung menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI dalam menambah ruang penyimpanan air serta memperluas ruang terbuka publik. Ia meminta seluruh wilayah Jakarta memaksimalkan peran embung sebagai ruang edukasi, rekreasi, hingga lokasi interaksi warga.

"Saya meminta seluruh wilayah di Jakarta memanfaatkan embung dengan baik. Selain membangun lebih dari 300 RPTRA, kami juga mendorong PAM Jaya dan Dinas SDA untuk menemukan sumber-sumber air baru yang bisa dijadikan tampungan. Jumlah embung yang akan dibangun akan kami sampaikan pada waktunya," jelasnya.

Embung Lapangan Merah memiliki luas penampang basah 4.945 meter persegi dengan kedalaman 4 meter serta kapasitas tampungan air mencapai 9.890 meter kubik. Dengan catchment area seluas 87,55 hektare, embung ini tercatat mampu menurunkan genangan di Jalan Kesatuan dan Jalan Lapangan Merah 3 antara 35 hingga 69 persen berdasarkan evaluasi teknis terbaru.

Pembangunan fisik Embung Lapangan Merah dimulai sejak 2023, sementara penataan arsitektur lanskap dilakukan pada 20 Juni hingga 16 November 2025. Hasil penataan tersebut menghadirkan ruang publik hijau yang teduh serta ramah aktivitas warga, mulai dari outdoor gym, area bermain anak, jogging track, saung terapung, batu refleksi, area pemancingan, hingga fasilitas toilet dan musala.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

53 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.