Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stok Obat Menipis Akibat Bencana, RSUD Datu Beru Takengon Pastikan Pasien Cuci Darah Tetap Terlayani

📅 Senin, 08 Des 2025, 11:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stok Obat Menipis Akibat Bencana, RSUD Datu Beru Takengon Pastikan Pasien Cuci Darah Tetap Terlayani Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga meninjau kondisi pasien cuci darah di RSUD Datu Beru Takengon, Minggu (7/12/2025).

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah tetap melayani pasien dengan penanganan khusus seperti pasien cuci darah, walau stok obat terbatas pascabencana alam.

"Penanganan pasien sempat terhenti sehari yakni pada Rabu 3 Desember 2025 akibat stok obat habis, sudah kita layani lagi," kata Perawat Ahli Cuci Darah RSUD Datu Beru, Diana Fitri, di Takengon, Minggu.

Dirinya menjelaskan, pasien cuci darah tergolong dalam kategori pasien yang membutuhkan penanganan khusus dan rutin untuk tindakan hemodialisa (HD) atau cuci darah.

Menurutnya, jika pasien tidak mendapatkan tindakan medis tersebut dalam waktu tertentu maka pasien bisa mengalami kondisi serius.

"Pasien bisa sesak nafas, bisa bengkak badannya, gelisah, bahkan bisa kejang," ujarnya.

Perawat ahli ini menyebutkan, dalam sehari pihaknya harus melakukan 30 tindakan cuci darah untuk 30 pasien di rumah sakit tersebut.

Sedangkan total pasien cuci darah yang ditangani di rumah sakit tersebut saat ini mencapai 90 pasien. "Setiap hari kita melakukan 30 tindakan," katanya.

Ia menjelaskan, tindakan medis kembali bisa dilakukan setelah adanya bantuan obat-obatan langsung dari Kemenkes RI setelah Pemkab Aceh Tengah bergerak cepat melaporkan kondisi terkait.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyampaikan, sejumlah pasien cuci darah sempat mendatangi pendopo bupati pada Rabu (3/12) untuk melaporkan kondisi kritis yang mereka alami.

"Setelah kami hubungi Pak Menteri langsung merespon. Obat-obatan dan peralatan cuci darah langsung dikirim dan tiba di Aceh Tengah. Ini kami sangat berterimakasih," kata Haili Yoga.

Disisi lain, Direktur RSUD Datu Beru Takengon, Gusnarwin mengatakan, saat ini stok obat-obatan di rumah sakit tersebut secara keseluruhan masih mencukupi untuk sementara waktu setelah adanya kiriman bantuan dari Kemenkes RI.

Namun, kata dia kondisi rumah sakit di masa darurat bencana ini tetap belum bisa berkinerja maksimal. Masalahnya, banyak staf rumah sakit yang domisilinya jauh.

"Kalau tidak ada BBM kan kendaraan mereka tidak bisa jalan. Makanya kita sekarang hanya bisa memaksimalkan staf-staf yang tinggalnya dekat dengan rumah sakit. Mereka bisa jalan kaki atau naik sepeda," demikian Gusnarwin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.